“Kemuliaan Al-Quds, Kemuliaan Islam”

0 74

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Bersabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya,”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn. “Seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR. Abu Dawud)

Kiblatmuslimah.com – Tengah berlangsung masa yang digambarkan oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, bahwa kondisi umat kini menjadi “rebutan” musuh-musuh Islam. Tertipu dengan kuantitas yang banyak, namun kualitas rendah. Semua ini karena hilangnya ‘Izzah pada diri umat. Hal tersebut menjadi “cambukan” peringatan kepada kita semua dengan melihat situasi di berbagai belahan bumi, umat Islam didzalimi oleh kuffar. Baik di Syam, Iraq, Rohingya, dan di berbagai tempat, umat Islam dihinakan, tak sedikit yang dibantai.

Beberapa waktu yang lalu kita ketahui bersama bahwa dunia dipertontonkan kembali kebiadaban Yahudi yang menjajah tanah Palestina. Mulai dari kebrutalan mereka mengusir umat Islam dari al-Quds, menembaki warga muslim, hingga Imam Masjidil Aqsha juga ditembak, mereka terus berusaha menguasainya. 

Penjajahan Yahudi sudah berlangsung lama, setelah berakhirnya Khilafah Turki Utsmani. Semenjak itu umat Islam mulai kehilangan ‘Izzah mereka! Musuh-musuh Islam mulai menjajah dan memperebutkan negeri Islam. Inggris, Perancis, Italia, Belanda beserta penjajah kafir yang lainnya terus menerus melakukan ekspansi jajahan negeri Islam. Begitu pula Yahudi mengambil bagian, yang mana sebelumnya berusaha meminta tanah Palestina kepada Sultan Hamid (Turki Utsmani) dengan iming-iming imbalan, namun tidak diberikan. Beliau mengatakan bahwa Al-Quds direbut dengan darah para Syuhada’, tidak mungkin akan diberikan kepada mereka!

Konspirasi jahat itu terus berjalan dan mereka yang “merasa menguasai dunia”, diam! PBB yang mengaku “menjaga perdamaian dunia”, pun diam. Padahal sejatinya, merekalah yang melindungi konspirasi jahat Yahudi dan ikut serta memerangi umat Islam. Mereka selama ini hanya mengelu-elukan jargon kosong Hak Asasi Manusia! Seperti inilah makar musuh-musuh Allah. Mereka dipermainkan oleh Allah dengan makar-makar mereka sendiri dan lupa bahwa makar Allah jauh lebih dahsyat.

Peristiwa di Baitul Maqdis ini sudah dikabarkan oleh Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berada di atas kebenaran, mengalahkan musuh-musuhnya, dan orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka kecuali sedikit musibah semata. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan Allah.” “Wahai Rasulullah, di manakah kelompok tersebut?” tanya para sahabat. “Mereka berada di Baitul Maqdis dan serambi Baitul Maqdis.”

Maka, berbagai pertanyaan muncul di benak setiap Muslim. Mengapa konflik di Palestina dan pertikaian antara umat Islam dan Yahudi tak kunjung usai? Barangkali bila dilacak dari sudut pandang takdir, bisa dijawab dengan hadits ini. Sungguh, negeri Palestina tidak akan pernah sepi dari peperangan antara kaum Muslimin dengan musuh-musuhnya. Dan, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat di atas, musibah apapun yang ditimpakan oleh musuh-musuh Islam terhadap kaum Muslimin di Palestina, hal itu tidak memberikan madharat kecuali sedikit musibah.

Maknanya, bahwa sehebat apapun gempuran musuh yang ditimpakan terhadap umat Islam di Palestina, maka hal itu tidak akan pernah membuat komunitas di negeri itu lenyap. Ada semacam jaminan bahwa umat Islam di negeri itu akan tetap eksis. Dan jihad di negeri itu akan terus berlanjut sampai akhir zaman, sampai kaum Muslimin berhasil mengalahkan Dajjal.

Lihatlah umat Islam di Palestina! Keberanian mereka, perjuangan mereka untuk menjaga al-Quds milik umat Islam. Merekalah yang mewakili kita menjaga al-Quds, ketika kita di sini belum mampu ikut menjaganya secara langsung. Al-Quds, Masjid kedua yang diciptakan Allah setelah Masjidil Haram. Salah satu Masjid yang diberkahi dan dimuliakan setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Termasuk salah satu tempat yang tidak bisa dimasuki Dajjal.

Mereka umat Islam di Palestina, mempersembahkan harta, jiwa dan raganya untuk Allah! Untuk menjaga kemuliaan al-Quds yang diberkahi, menjaga kemuliaan Islam!

Do’akan mereka! Dan jika Allah al-Ghaniy memberikan kelebihan harta pada kita, marilah ikut berjuang dengan menginfakkan harta kita untuk membantu mereka!

Al-Q

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.