Kejujuran Membuahkan Kepercayaan

0 133

 

 

Kiblatmuslimah.com – Kejujuran akan membuahkan kepercayaan orang lain, sebaliknya kebohongan menghasilkan pengkhianatan. Kebohongan adalah noda. Dengannya, kehormatan seseorang akan menjadi turun. Sebaik apa pun seseorang, akan hilang harga dirinya manakala ketahuan berbohong.

Ayah akan hilang kewibawaannya jika anaknya tahu kedustaannya. Pemimpin akan susah memperoleh simpati pengikutnya kalau sering tak sesuai antara hati dan luarnya. Seseorang akan dipandang rendah oleh sahabat manakala ketahuan berbohong.

Kebohongan meskipun dilakukan secara bercanda, sesungguhnya sangat membekas, lebih-lebih bagi orang yang dibohongi. Sekali berbohong, susah orang untuk percaya.

Sebaliknya kejujuran itu bak mutiara. Ia membuat pemeliharanya begitu tinggi di mata orang, meskipun miskin. Semua orang akan mendekati dan berbuat baik kepadanya, bahkan memberikan kepercayaan karena kejujuranya.

Teladan kejujuran kita adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau diberi gelar Al-Amiin karena terkenal sebagai orang yang paling jujur dan terpercaya. Sepanjang hidupnya, tidak pernah mengenal kebohongan baik di saat serius atau bercanda. Bahkan mengharamkan kebohongan dan mencela pelakunya.

Pada usianya yang masih muda, para pembesar kabilah di Mekkah berebut kesempatan untuk meletakkan batu Hajar Aswad di atasnya. Beliau ditunjuk sebagai hakim atas perselisihan tersebut dan memberikan keputusan yang bijaksana. Beliau membentangkan selendang lalu Hajar Aswad diletakan di atasnya. Masing-masing dari kepala suku memegang di empat sisi dari selendang itu. Dengan keputusan ini, mereka semua merasa puas karena merasa ikut andil dalam peletakan Hajar Aswad. Perselisihan pun bisa dikendalikan.

Begitulah buah dari kejujuran. Seseorang yang terkenal jujur maka akan dipercaya orang, bahkan mudah mendapatkan pekerjaan. Bukan hanya kesuksesan di akhirat yang ia dapat, dunia pun akan menghampirinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita berhadapan pada hal serupa. Saat kondisi terjepit dan secara kasat mata, sulit sekali berbuat jujur. Padahal kalau mau berbuat jujur maka akan mendapatkan keuntungan yang besar. Pastinya di akhirat tidak mendapatkan dosa, bonusnya keuntungan dunia. Kisah Ahmad ini barangkali bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk memegang teguh kejujuran dalam kondisi apapun.

Ada seorang pemimpin perusaan yang memiliki perusaan besar. Pemimpin itu ingin mencari manajer perusahaan yang jujur dan amanah. Tapi di zaman modern ini, sepertinya sulit sekali mendapatnya. Kemudian dia mengadakan sayembara kecil di perusahaanya yang terdiri dari ribuan karyawan. Semua karyawan diwajibkan ikut baik itu dari devisi tingkat atas sampai bawah.

Pemimpin perusahaan tersebut mulai mengumumkan kepada karyawannya, “Aku akan memilih manajer perusahaan yang berkedudukan tinggi untuk mengantikan kedudukanku di perusahaan ini. Aku akan mengadakan sayembara kecil. Kalian semua akan mendapatkan sebuah biji. Tanamlah biji tersebut dan perlihatkanlah tanaman kalian setelah enam bulan.”

 

Seorang pemuda Ahmad namanya dari devisi gudang sangat antusias. Ia menanam biji tersebut dan menyiraminya setiap hari. Tapi sampai sebulan berlalu belum tumbuh apa-apa. Setelah tiga bulan karyawan lainya mulai menceritakan tanaman-tanamanya yang mulai tinggi. Ahmad tak mengatakan apa-apa dia tetap menunggu bijinya tumbuh.

 

Enam bulan berlalu, saat hasil tanaman mereka diperlihatkan. Semua karyawan membawa hasil tanaman mereka yang indah. Semula Ahmad merasa enggan membawa hasil tanamanya, tapi karena dorongan ibunya Ahmad mau membawa tanaman tersebut bagaimanapun hasilnya. Para karyawan pun masing-masing bermimpi bahwa pasti dia nanti yang akan menjadi manajernya.

 

Melihat hasil tanaman semua karyawan, pemimpin perusahaan tersebut memuji kepada karyawannya bahwa hasil tanaman mereka bagus dan indah. Ketika melihat ada satu  pot kosong yang berada dalam ribuan pot. Pemimpin tersebut bertanya, “Pot kosong ini milik siapa …?” Setelah diteliti ternyata milik Ahmad. Suasana pun ricuh dengan ejekan dan cemoohan menyaksikan pot Ahmad yang kosong.

 

Ahmad pun dengan langkah ragu menghampiri pimpinannya. Setelah Ahmad berada di depan pemimpin perusahaan tersebut Ahmad langsung dipeluk dan diberikan ucapan selamat bahwa dia yang akan menjadi manajer perusahaan untuk mengantikan. Ahmad heran dengan perlakuan bosnya. Begitu juga dengan karyawan lain. Hati mereka pun berkata, “Di antara ribuan pot banyak tanaman yang tumbuh indah, kenapa yang dipilih hanya pot Ahmad yang kosong?”

 

Lalu pemimpin tersebut melanjutkan perkataannya, “Enam bulan silam, saya memberikan kalian semua biji untuk ditanam. Tapi yang kuberikan sebenarnya adalah biji yang sudah masak dan tak mungkin tumbuh. Kalian semua telah menggantinya dengan biji yang lain. Hanya Ahmad seseorang yang memiliki kejujuran dan keberanian untuk memberikan pot dengan biji yang kuberikan. Karena itulah dia yang akan aku angkat untuk menggantikanku.”

 

Kisah di atas memberikan inspirasi bahwa dalam suasana terjepit, semua orang mulai curang dan hilang kejujuran. Ahmad sanggup mempertahankan kejujurannya karena yakin akan membuahkan kepercayaan seseorang kepadanya.

 

Semoga Allah membimbing kita untuk selalu berbuat jujur, walaupun pahit rasanya, dalam kondisi terjepit, dan tidak memungkinkan untuk berbuat jujur. Selalu ingatlah bahwa Allah akan selalu mengawasi gerak-gerik kita. Dengan sadar bahwa Allah itu selalu mengawasi, kita akan senantiasa berbuat jujur. Amin.

 

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.