Kegalauan Ummahat Salafi

2 1.338

Kiblatmuslimah.com – Selama ini kami diajarkan doktrin untuk selalu taat pada pemerintah sekuler. Kata ustadz kami, “Yang tidak taat itu khawarij”.

 

Selama ini kami membenci pelaku demo dan unjuk rasa, apalagi revolusi. Kata ustadz kami,  “Yang mati saat demo itu bangkai-bangkai jahiliyah”.

 

Selama ini kami ikut berpartisipasi dalam program ‘war of teror’ yang digagas AS. Ustadz kami mengatakan itu amal shalih dalam memerangi hizbi teroris. Banyak ustadz dan suami kami yang jadi intelnya pak polisi.

 

Selama ini, suami-suami kami bangga memakai rompi bertuliskan ‘mitra polisi’. Kata ustadz kami, “Kalau densus salah tembak, tetap berpahala satu karena salah ijtihadnya”.

 

Selama ini kami bangga menjadi ASN (aparatur sipil negara) lengkap dengan busana syar’i plus cadarnya. Kata ustadz kami, “Ini tugas negara”. Ayat-ayat untuk berdiam di rumah tak berlaku. Namun berlaku untuk ummahat hizbi saat nonton film Hayya.

 

Selama ini kami taat pada ulil amri, walaupun dia budak hitam dan punggung dipukul olehnya.  Itu doktrin ustadz kami.

 

Tapi … saat Pak Menag melarang cadar di instansi? Aduh, sakit hati ini. Alangkah nista yang melarang karena salah satu syariat-Nya (cadar) dihinakan sedemikian rupa.

 

Sementara, asatidz kami masih diam. Kenapa?

Wallahu a’lam.

 

Pertanyaannya? Sudahkah asatidz kami memperingatkan secara empat mata terhadap ulil amri terkait cadar? Bahkan terkait hal-hal penting lainnya.

 

Tentang bank-bank ribawi

Tentang pabrik miras

Tentang korban dari pihak muslim di Papua

Tentang jilbab, kenapa tidak diundangkan?

Tentang pengusaha kafir, aseng, dan asing yang masih menjarah SDA NKRI

dan masih banyak lagi ….

 

Kepada asatidz kami, “Apakah kami taat pada ulil amri yang melarang cadar atau pada Allah yang memerintahkan?”

 

Bukankah selama ini kami diajarkan tidak boleh taat pada makhluk yang bermaksiat pada Allah? Hal maksiat saja tidak boleh ditaati, apalagi kesyirikan.

 

Semoga kegalauan kami ini segera direspon oleh asatidz kami:

  1. Ust. Arman Amri, Lc.
  2. Ust. Syaikh Mudriika Ilyas, Lc., Dipl.Acp., M.Pd.I.
  3. Ust. Dr. Muhammad Yusuf Harun, Lc., MA.
  4. Ust. Yusuf Usman Baisa, Lc.
  5. Ust. Dr. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag.

dan lain-lain.

 

 

 

Mewakili Ummahat Salafi

Ummu Fayadh Indah Sari, S.Pd.

(Istri dari Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal, S.Pd., M.Pd.I.: Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Praktisi PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal, Aktivis Pendidikan)

2 Comments
  1. Loade says

    Asatidz nya bergelar LC semua , LC dari mana ru

    1. Admin KMM says

      Jawaban pengirim naskah: Bismillah. Setau ana, Asatidz yang disebutkan tersebut, gelar Lc dari LIPIA dan khusus Ust. Arman Amri, Lc itu dari Madinah University Fakultas Syariah. Yang lainnya LIPIA dan melanjutkan ke Kampus lainnya hingga gelar Doktor, wallohu’alam

Leave A Reply

Your email address will not be published.