Kebenaran dan Keadilan Tidak Akan Pernah Padam

0 89

                                      

Kiblatmuslimah. com— Bicara soal kebenaran dan keadilan sebagai seorang muslim sejat. Sungguh kebenaran adalah milik Allah dan Rasul-Nya. Pengikut jalan Nabi dan berpegang teguh pada Quran serta Sunnah, pasti tak akan pernah tersesat dalam menjalani hidupnya. Begitu pula dengan keadilan. Keadilan itu bukan sama rata dan rasa. Tapi, keadilan itu adalah memutuskan setiap perkara dengan berkiblat hanya pada syariat Islam. Keadilan adalah taat pada solusi syariah, walau bertentangan dengan hawa nafsu manusia.

Menengok wajah perpolitikan negeri ini, membuat gerah dan panas. Terlebih, melihat banyaknya ulama dan tokoh oposisi dipersekusi dan dikriminalisasi. Hukum tajam pada oposisi dan tumpul pada koalisi. Hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Mereka sudah tidak malu mempertontonkan kedzaliman dengan telanjang di hadapan publik. Hal ini mengingatkan kita pada sebuah hadist, Rasulullah ﷺ bersabda:

….ثم تكون ملكا عاضا فيكون ماشاءالله أن يكون……

“Kemudian akan ada kerajaan (penguasa) penindas, berlangsung sampai masa yang dikehendaki Allah” (HR. Al-Baihaqi. Dishahihkan oleh Al-AlBani dalm Silsilah  Ahadits Shahihah).

Dalam sebuah hadist lain, dikatakan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:

«سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: «الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ»

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan, “Apakah Ar-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda, “Seorang laki-laki yang bodoh (ArRajul AtTaafih) tetapi mengurusi urusan orang banyak.” (HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912.  Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No. 7912. Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan sanadnya jayyid. Fathul Bari, 13/84).

Masa yang telah dikabarkan oleh hadist itu sekarang benar adanya. Yang kritis mengoreksi penguasa, tak lepas dari persekusi bahkan kriminalisasi. Seolah penguasa berusaha menutup rapat-rapat pintu kebenaran dan keadilan. Lantas apakah itu bisa dilakukan? Apakah mereka bisa membungkam kebenaran dan keadilan?

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٲهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ ڪَرِهَ ٱلۡكَـٰفِرُونَ

“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.” (Q.S. Ash-Shaff [61] : 8).

Sungguh, upaya pembungkaman ulama dan tokoh oposisi yang mengkritisi rezim, lebih-lebih saat menyeru kemakrufan dan mencegah kemunkaran; tidak akan pernah berhasil. Hal ini malah akan menyadarkan umat, wajah asli penguasa sekarang.

Walhasil, mereka yang sedang menyulam kedzaliman akan segera hancur bersama sulaman terakhir yang dilakukan. Kebenaran dan keadilan akan tegak kembali menaungi umat Islam. Sungguh keadilan dan kebenaran ini akan tegak di saat syariat Islam diterapkan secara sempurna dalam bingkai Khilafah.

Barang siapa yang berusaha menghalanginya, sesungguhnya sedang berhadapan langsung dengan Sang Penguasa Alam, Allah yang Mahabenar dan Mahaadil. Mungkinkah bisa mereka melawan Allah yang Mahakuasa? Sungguh mereka akan binasa dan hina jika tak segera berhenti dan bertaubat.

Tetaplah lantang menyuarakan kebenaran dan keadilan! Rasulullah saw pernah bersabda yang artinya, “Ingatlah, sungguh jihad yang paling utama adalah menyampaikan kata-kata kebenaran di hadapan penguasa dzalim” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Sampaikanlah terus kebenaran dan jadilah pembela keadilan. Sungguh Allah SWT senantiasa bersamamu dan meneguhkan kedudukanmu. Tetap istiqamah, sabar, ikhlas, doa dan tawakal. Insya Allah kemenangan umat Islam tidak akan lama lagi. Allahu Akbar!

Oleh: Ika Mawarningtyas, S. Pd.

Leave A Reply

Your email address will not be published.