Kebaikan Berawal dari Sini

0 170

Kiblatmuslimah.com – “Kebaikan Berawal dari Sini,” demikian tagline sebuah iklan air minum dalam kemasan. Klaim mereka, menjaga kemurnian sampai ke tangan Anda karena diambil dari sumber terbaik. Sebuah pernyataan yang menggelitik pikiran, jika dikaitkan dengan sumber ilmu. Apabila air paling murni adalah yang berasal dari sumber mata air, maka ilmu yang paling orisinal dan autentik tentu yang berasal dari sumbernya dan paling dekat dengan sumber tersebut.

 

Sebagaimana sumber ilmu dalam Islam, yang paling murni adalah apa yang dipahami oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan diajarkan langsung kepada para sahabat radhiyallahu ’anhum. Merekalah yang kita kenal dengan generasi salaf (terdahulu) yang shalih.

 

“Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) dan kemudian orang-orang yang mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).” (HR. Muttafaq ‘alaih)

 

Tiga generasi awal tersebut, yaitu:

  1. Sahabat

Sahabat adalah orang-orang beriman yang bertemu dan melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam secara langsung serta membantu perjuangan beliau. Mereka mewarisi ilmu secara langsung dari sang sumber ilmu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

 

  1. Tabi’in

Tabi’in adalah orang-orang beriman yang hidup pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam atau setelah wafatnya beliau, tetapi tidak bertemu langsung dengan beliau dan hanya bertemu serta melihat para sahabat. Mereka mewarisi ilmu dari para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

 

  1. Tabi’ut Tabi’in

Tabi’ut tabi’in adalah orang beriman yang hidup pada masa sahabat atau setelah mereka wafat, tetapi tidak bertemu dengan sahabat dan hanya bertemu dengan para tabi’in. Mereka  mewarisi ilmu dari para tabi’in.

 

Perintah Mengikuti Generasi Terbaik

Generasi salafus shalih adalah generasi terbaik umat ini. Sudah sepatutnya kita meneladani akhlak mereka dan mengambil ilmu dari atsar (segala apa yang disandarkan kepada mereka) dan kitab-kitab yang telah mereka wariskan.

 

Kita memahami Islam secara sempurna (syumul) dan menyeluruh (kaffah), sebagaimana yang dipahami oleh para salafus shalih yang terpercaya. Mengikuti sunnah Nabi dan jejak para khulafaurrasyidin yang mendapatkan petunjuk, beserta para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan para ulama penerus mereka. Mengambil ilmu secara utuh terkait akidah dan ibadah dari pemahaman mereka. Memahami persoalan turunan dengan berpedoman pada warisan ilmu mereka. Bukan pemahaman parsial, yang mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain.

 

Allah memerintahkan untuk mengikuti mereka dalam firman-Nya,

“Dan orang-orang yang terlebih dulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, maka Allah telah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah telah mempersiapkan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang sangat besar.” (QS. At Taubah : 100)

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang ridha-Nya kepada orang-orang yang terdahulu masuk Islam dari kalangan kaum Muhajirin, Ansar, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka, untuk itu Dia menyediakan bagi mereka surga-surga yang penuh dengan kenikmatan dan kenikmatan yang kekal lagi abadi (Tafsir Ibnu Katsir).

 

Mengikuti generasi terbaik umat ini merupakan jalan untuk meraih ridha Allah dan mendapatkan surga Allah. Merekalah figur teladan terbaik sepanjang masa yang layak kita cintai dan idolakan. Belum pernah ada dan tak akan pernah ada, representasi dari umat ini yang selevel dengan mereka.

 

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Barang siapa hendak mengambil teladan, maka teladanilah orang-orang yang telah meninggal. Mereka itulah para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Merekalah orang-orang yang paling baik hatinya di kalangan umat ini. Ilmu mereka paling dalam, serta paling tidak suka membebani diri. Mereka adalah suatu kaum yang telah dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan ajaran agama-Nya. Karena itu, tirulah akhlak mereka dan tempuhlah jalan-jalan mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas jalan yang lurus.”

 

Viyanti Kastubi

@vikastubi

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.