Karena Cinta, Tak Semestinya Memanja

0 229

Kiblatmuslimah.com – Pernah suatu ketika, para shahabat merasa bahwa beratnya ujian yang menimpa mereka sudah begitu “kelewatan”. Hampir tak sanggup, sebuah aduan menuntut pada Rasulullah, “Mataa nashrullah?”

Rasulullah bergeming. Beliau mengalami kesulitan yang sama, merasakan kesakitan yang serupa. Meski di satu sisi beliau memahami dahsyatnya peran doa orang yang didzhalimi. Pun dijamin dikabulkan permintaannya.

Namun beliau tak hendak menjadikan umat bergantung pada makbulnya doanya. Hingga beliau bertutur, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian disisir kepalanya dengan sisir besi panas. Hingga kulit dan daging kepalanya mengelupas serta tampak tempurungnya. Sungguh, kalian adalah orang yang tergesa-gesa”.

Shahabat tergugu. Kekalutan hati terbilas air mata kepasrahan. Ada tawakal yang mesti dipanjangkan dan sabar yang harus ditegarkan.

Begitu semestinya cinta. Mengajarkan sebuah usaha, alih-alih memanja dengan memenuhi segala pinta.

Begitu semestinya orang tua berlaku pada anak-anak yang dicinta. Dengan membekali landasan iman, menempatkan Allah di puncak pengharapan tertinggi. Dengan membiasakan adab dan akhlaq Rasulullaah, sebagai pedoman bertutur kata dan bergaul dengan sesama.

Ummu 3H

Leave A Reply

Your email address will not be published.