Janda  Terhormat

0 222

Kiblatmuslimah.com – Siapa yang mau menjadi janda? Siapa pun tak akan mau, entah itu janda mati atau cerai. Namun apalah dikata jika taqdir mengantarkan kita pada situasi yang demikian; ditinggal oleh suami tercinta.

Cinta kita kepada suami adalah karena Allah. Oleh karenanya tidak lagi menjadi ketergantungan manakala suami melenceng dari syariat-Nya atau karena Sang Khaliq telah memanggilnya.

Istri shalihah adalah seorang wanita yang teguh walau menapaki jalan liku dalam menegakkan Din. Tidak jenuh walau raga dan hati terpayah. Ujian yang ia alami adalah tempaan Ilahi untuk mendapatkan tempat yang pantas yaitu Jannah.

Akankah perjuangan sebagai shalihah akan luntur seiring dengan waktu yang terus bergulir tanpa henti?

Jika saat masih ada suami, iman terjaga; apakah setelah suami tidak ada di sisi menjadi zona aman untuk sedikit demi sedikit berwali kepada syaithan di tengah kesepian?

Kenyataan memang tidak semudah teori, karena godaan yang mengancam seorang janda senantiasa mengintai di setiap celah.

Jika lengah sedikit saja, keimanan runtuh, dan izzah tak lagi terjaga. Apalagi hidup di zaman yang serba maya ini. Selintas sebagai hiburan dari jenuhnya seorang diri dalam mengurus anak dan rumah. Namun semudah itukah nilai shalihah tergadai?

Di sinilah kemudian terbukti, bahwa seorang diri memang berat. Akan tetapi hal itu tidak menjadi alasan untuk melenceng dari koridor.

Kita punya Rabb yang Maha Melihat dan Maha Mendengar segala rintih. Jauh lebih terhormat daripada berkeluh di status media demi mendapat tanggapan simpati manusia. Kita punya kekuatan sebagai superwomen jika kita mau. Minta pada-Nya untuk selalu menuntun langkah dan memberi kekuatan dalam iman. Hingga akan terus menjadikan kita “terhormat” dalam taqdir-Nya. (Yasmin)

Leave A Reply

Your email address will not be published.