Jalan Pulang Menuju Fitrah Ibu

0 315

Kiblatmuslimah.com – Peran utama para ibu adalah mengasuh anak. Berikut ini uraian peran- peran ibu yang semuanya berintikan kepada sifat feminim. Ibu adalah pemberi cinta dan ketulusan, sosok sarat pengorbanan, promotor keharmonisan dan sinergi, pengajar moralitas dan nurani, pembangun hati dan rasa, pembasuh luka dan penyedia femininitas.  Bunda adalah person of love and sincerity serta sosok yang rela berkorban. Ketiga kualitas tersebut adalah kekuatan utama dalam mendidik anak.

 

Mendidik dan mengajar adalah dua hal yang berbeda. Mengajar berarti melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan, sedangkan mendidik yaitu menularkan karakter. Pihak yang paling mampu untuk mendidik adalah orang tua. Sedangkan yang bisa menerima delegasi untuk mengajar adalah sekolah. Pihak yang mampu menularkan karakter adalah orang yang mempunyai ketulusan tinggi. Sedangkan ketulusan adalah milik orang tua, terutama ibunda.

 

Semakin tulus berperan sebagai orang tua, meningkatkan ‘aura’ untuk menularkan karakter pada anak. Sebaliknya, semakin tidak tulus kedua orang tua maka lebih sulit untuk menularkan karakter pada anak. Pengorbanan akan memperkuat proses penularan karakter. Pengaruh keteladan orang tua semakin kuat saat mereka mampu menunjukkan pengorbanan yang penuh ketulusan.

 

Ibu adalah teladan moralitas dan nurani, ini memang fitrah kaum perempuan. Berlakunya kehidupan sejalan dengan nilai-nilai keselarasan, sungguh menuntut peran kaum ibu dalam mempersiapkan generasi.

 

Seorang anak niscaya mengalami defesit nurani jikalau tidak mendapatkan femininitas dalam perkembangan kepribadiannya. Dalam hal ini, ada kisah yang menggelisahkan tentang seorang anak yang mendorong gurunya dari lantai 2 sambil senyum cengar-cengir, tanpa rasa bersalah.

 

Ternyata anak ini dididik oleh dua orang tua yang maskulin; ayah dan ibunya. Keduanya memuja intelektualitas. Ibunya menyatakan dengan bangga bahwa dia menerapkan “pengasuhan positif” dengan tidak menggunakan kata “jangan” kepada anaknya.  Padahal, nurani anak menjadi tumpul ketika orang tua tidak pernah berkata “jangan”.

 

Hal yang paling membahayakan dari anak-anak dengan defisit nurani adalah bisa menjadi psikopat di masa depan. Fenomena banyaknya perempuan yang bangga dengan nalar dan logika ikut menyebabkan lahirnya anak-anak dengan defisit nurani.

 

Fitrah ayah yang sebenarnya adalah ‘sang raja tega’ di rumah. Ibu berperan sebagai pembasuh luka atas ketegasan sang ayah tersebut. Ibu adalah penyedia feminitas. Nilai-nilai yang berkasih hati, perasaan, cinta, ketulusan, empati, peduli, dan intuisi. Perlu disediakan oleh ibu untuk memastikan bahwa  pertumbuhan kepribadian dan kedewasaan anak-anak berlangsung secara utuh dan lengkap.

 

PramudyaZeen

Sumber: Adriano Rusfi. 2019. Femininitas, Jalan Pulang Fitrah Bunda. Tangerang: Ihsan Media Group.

Leave A Reply

Your email address will not be published.