Inner Child, Apa Itu?

0 224

Kiblatmuslimah.com – Mengacu pada John Bradshaw (1992), inner child merupakan pengalaman masa lalu yang tidak atau belum mendapatkan penyelesaian dengan baik. Orang dewasa bisa memiliki berbagai macam kondisi tersebut yang dihasilkan oleh pengalaman positif dan negatif. Seperti motivasi alam bawah sadar lainnya, hal ini muncul dalam bentuk perilaku atau keadaan emosi yang tidak disadari (unconscious).

 

Hasil dari pengalaman masa lalu yang membentuk inner child dapat terlihat dalam bentuk sifat yang beragam. Misalnya, sifat bergantung kepada orang lain atau dependency, impulsivitas dan masih banyak lagi contoh perilaku yang dapat berupa gangguan trauma. Seringkali gangguan inner child membawa masalah pada tingkah laku, emosi, dan hubungan sosial orang dewasa. Ada pula efek positif seperti mandiri dan asertif.

 

Sederhananya, inner child negatif adalah perilaku buruk seseorang ketika dewasa yang disebabkan oleh pengalaman dalam pengasuhan di usia anak-anak. Anak yang sering dibentak, cenderung mengulang pola yang sama―mudah marah atau mengekspresikan kemarahan dengan berteriak. Bahkan ketika orang tersebut menyadari bahwa perbuatannya keliru, seringkali kesalahan tersebut terjadi begitu saja ketika ada pemicu.

 

Seorang psikolog klinis dan forensik asal Amerika, Stephen A. Diamond Ph. D. memberikan tips  mengatasi permasalahan yang terjadi. Menurutnya, cara yang benar yaitu dengan mencoba memahami serta memulai berkomunikasi kepada inner child tersebut.

 

Mengacu pada pendapat di atas, kita membutuhkan waktu yang disediakan untuk memahami dan mendengarkan diri sendiri. Kebutuhan akan cinta, kasih sayang, penerimaan, pengasuhan serta merasa dipahami oleh orang lain adalah bagian yang harus tercukupi bagi setiap orang, tentunya dengan kadar yang berbeda-beda. Hal ini bergantung kepada pengalaman positif dan negatif masa lalu yang kita alami.

 

Menurut Diamond (2008), seseorang yang dikatakan dewasa adalah mereka yang menerima masa lalu, memahami kebutuhan inner child serta memenuhinya tanpa bergantung ataupun menyusahkan orang lain. Penerapan disiplin, serta mengetahui batasan-batasan diri adalah hal yang penting dalam pemenuhan kebutuhan tersebut bagi orang dewasa yang stabil dalam emosi, perilaku dan lingkungan sosial.

 

Dalam Islam, inner child negatif dapat diatasi dengan tazkiyatunnufus yang akan disampaikan pada artikel terpisah. Insya Allah.

 

Disadur dengan perubahan oleh MuHa

 

Sumber:

maxima.id

duohomeschooler.blogspot.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.