Ikhlas di Hati, Surga Menanti

0 137

Kiblatmuslimah.com – Hal terberat dalam hidup bukan menjalankan ibadah shalat malam atau puasa sunnah. Namun, senantiasa memastikan bahwa setiap amalan yang dilakukan hanya untuk mencari ridha dan wajah Allah, bukan selainnya.

Sehingga kita paham bahwa ikhlas adalah amalan hati yang paling berat. Orang beriman sangat khawatir kalau seandainya amalan yang dikerjakan tidak ada satu pun yang diterima oleh Allah. Seperti yang dilakukan oleh Hasan Al-Basri setiap Senin dan Kamis. Beliau selalu menangis sampai para muridnya bertanya, “Wahai Hasan Al-Basri, apa yang membuatmu menangis setiap Senin dan Kamis?” Hasan Al Basri pun menjawab, “Sesungguhnya, setiap Senin dan Kamis malaikat melaporkan setiap amalan hamba-Nya. Aku takut ketika malaikat melaporkan amalanku, tidak ada satu pun yang diterima oleh Allah.”

Subhanallah, hati yang bersih seperti ini hendaknya ada di dalam diri. Hati yang sangat khawatir dengan amal yang dilakukan. Setiap beramal, Allah tidak mau kita “berselingkuh”. Pada kenyataannya, kita sangat jarang berpikir apakah amalan yang dilakukan selama ini hanya untuk Allah atau selainnya. Semestinya, menjadi orang yang senantiasa memikirkan seberapa banyak amalan yang diterima Allah.

Ikhlas secara bahasa artinya membersihkan sesuatu dari pengotornya. Secara istilah, ikhlas artinya memurnikan tujuan kepada Allah dari segala macam pengotor hati. Banyak hal yang membuat keikhlasan berkurang, bahkan hilang dalam beramal.

Kalaulah padi ada ilalang sebagai perusaknya. Lemari ada rayap sebagai musuhnya. Ikhlas juga ada pengotornya. Salah satu pengotor hati yaitu:

Beramal dengan Cita Rasa Dunia

Beramal dengan cita rasa dunia ketika seseorang meniatkan ibadahnya hanya untuk mendapatkan sekeping kenikmatan dunia. Dia mengganti pahala akhirat dengan sedikit kenikmatan dunia yang sejatinya sudah dijamin oleh Allah. Berapa banyak orang yang bersedekah tapi niatannya hanya ingin mendapatkan ganti yang lebih besar.

Padahal Rasulullah ajarkan sedekah karena Allah, agar diselamatkan dari neraka. Seperti sabda Rasulullah dalam riwayat Bukhari dan Muslim,

فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Jagalah diri kalian dari neraka meskipun hanya dengan sedekah setengah biji kurma!”

 

Bersedekah agar Allah lindungi dari neraka adalah niat yang luar biasa. Neraka adalah tempat Allah mengembalikan orang-orang yang beramal tapi niatnya bukan mencari pahala akhirat tapi mencari secercah dunia yang akan ditinggalkan.

 

Ummu Sahla

Leave A Reply

Your email address will not be published.