Idris Sang Astronom

0 153

Kiblatmuslimah.com – Ilmu perbintangan atau disebut juga dengan astronomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata. “astron” yang berarti bintang serta “nomos” yaitu hukum dan budaya. Dari kedua kata tersebut, astronomi dapat diartikan sebagai hukum perbintangan atau ilmu yang meneliti benda-benda di langit dan materi yang berada di luar bumi.

 

Asal mula Ilmu Astronomi

Sekitar 4533-4188 SM awal pengenalan ilmu astronomi, sudah ada pada masa Nabi Idris ‘alaihis salam. Jamaluddin al-Qifthi dalam bukunya menjelaskan, Nabi Idris bernama Hurmus Al-Haramisah. Namanya berasal dari bahasa Yunani, Armia. Kemudian diistilahkan menjadi bahasa arab Hurmus. Dinamakan Hurmus karena ahli dalam ilmu perbintangan.  Diberi nama Idris karena pandai menulis dan suka belajar. (Jamaluddin Al-Qifthi, Akhbar Ulama’ Biakhyaril Hukama’, Cetakan l, hal. 08)

 

Nabi Idris ‘alaihis salam dikenal sebagai manusia pertama yang menulis dengan pena; menggunakan bintang sebagai petunjuk arah, waktu bercocok tanam, memperkirakan kondisi cuaca, dan lain-lain; juga menjahit pakaian.

 

Abdul Aziz menjelaskan, Bangsa Sumeria kuno (Irak) dikenal sebagai bangsa pertama yang membagi perhitungan tahun menjadi 12 bulan. Sekaligus membaginya dalam tabel. (Abdul Azh Shaleh, Asy-Syarqul Adna Al-Qodim fi Misri wal Iraq, hal. 412).

 

Allah Ta’ala pun berfirman dalam kitab-Nya yang menjelaskan pembagian bulan dalam setahun yaitu sebanyak 12 bulan. (QS. At-Taubah: 36)

 

Hal yang dilakukan Nabi Idris diteruskan oleh generasi berikutnya untuk mengembangkan teori perbintangan, membuat kalender, menentukan awal bulan, gerhana matahari dan bulan, serta ilmu lainnya yang berkaitan. Abu Raihan Muhammad bin Ahmad al-Biruni (973-1041 M) adalah seorang tokoh muslim yang dikenal sebagai ahli di berbagai bidang, termasuk ilmu astronomi. Beliau lahir pada 04 September 973 dan meninggal pada 13 Desember 1048, berumur 68 tahun.

 

Abu Raihan al-Biruni dalam melakukan penelitian ilmiahnya terhadap semesta alam, memiliki metode khas. Menurutnya, ilmuwan adalah orang yang menggunakan setiap sumber yang ada dalam bentuk aslinya. Kemudian melakukan pekerjaan dengan penelitian melalui pengamatan langsung dan percobaan. Metode ini banyak dijadikan pegangan oleh para ilmuwan selanjutnya.

 

Peresume: PramudyaZeen

Referensi: Ibnu. Agustus 2019. Nabi Idris Bapak Astronomi. Solo: Majalah An Najah. Edisi 164. Hal: 26-27.

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.