Hari Penuh Keajaiban

0 88

Kiblatmuslimah.com – “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah pendapatmu!” Ia menjawab, “Wahai bapakku, kerjakanlah yang diperintahkan kepadamu! Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

 

Percakapan ayah dan anak yang diabadikan dalam QS. As-Saffat (37):102 ini menjadi titik saat setan dan iblis sangat gusar. Ketaatan dua manusia kepada Rabb-nya melebihi kecintaan terhadap makhluk lainnya. Mewujudkan keajaiban besar berupa rahmat Allah subhanahu wa ta’ala untuk semesta alam.

 

Hari raya qurban, sejatinya adalah puncak dari segala hari. Tersimpan keajaiban besar untuk seluruh umat manusia. Allah yang Maha Besar, menunjukkan kuasa-Nya dengan menyeru manusia bahwa tidak ada yang paling pantas diutamakan selain Allah.

 

Dan keajaiban itu benar-benar terjadi mana kala Allah lebih diutamakan oleh seluruh makhluk-Nya.

 

Pada hari itu, Allah memanggil kepada manusia untuk berhaji ke Baitullah. Menjalankan semua rukun dan syarat sah, semata dengan azam berserah diri pada Rabb-nya.

 

Sesungguhnya Allah berbangga kepada para malaikat-Nya pada sore Arafah dengan orang-orang di Arafah, dan berkata, ‘Lihatlah keadaan hamba-Ku, mereka mendatangi-Ku dalam keadaan kusut dan berdebu.” (HR. Ahmad 2: 224)

 

Manusia berkumpul di Baitullah dengan menyeru keagungan Allah. Mengenakan 2 lembar kain ihram sebagai perlambang berserah diri dan meninggalkan segala keduniawian.

Arafah juga menjadi hari penuh keajaiban dengan segala kemuliaan dari hari-hari lainnya. Jutaan manusia berdiam diri, merenungi dosa di padang Arafah. Allah pun menegaskan, tidak sah berhaji tanpa wukuf di Arafah.

 

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahualaihi wa salam bersabda, ”Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman, ‘Apa yang diinginkan oleh mereka?’” (HR. Muslim no. 1348)

 

Sayangnya, tak semua muslim dapat mengikuti wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Allah pun memberikan kemuliaan yang serupa bagi mereka dengan perintah melaksanakan puasa Arafah. Puasa sunnah satu hari sebelum hari raya qurban.

 

Dengan keutamaan, bagi setiap muslim yang berpuasa sunnah di hari Arafah karena Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya. Pintu ampunan terbuka lebar di hari penuh keajaiban ini.

 

Allah Maha Penyayang atas seluruh makhluk-Nya. Melebihi kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

 

Kasih sayang dan keajaiban Allah banyak tertoreh dari perjalanan kisah-kisah nabi dan rasul. Sejak penciptaan nabi Adam as, hingga Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam.

 

Nabi Ibrahim as, dengan julukan bapak para nabi, dikaruniai keajaiban yang hingga kini dijadikan ibadah wajib bagi muslim berhaji maupun umrah. Yakni ibadah qurban.

 

Setiap rangkaian ibadah di Baitullah menjadi simbol perjalanan kehidupan umat manusia. Seperti Sa’i perlambang ikhtiar. Mengusahakan sesuatu berdasarkan niat dan ketaatan manusia pada Allah. Siti Hajar berusaha mendapatkan air minum dengan berlari dari Shafa ke Marwah hingga 7 kali.

 

Dan rezeki itu Allah turunkan tepat di bawah kaki Ismail berupa air Zamzam. Perlambang jika rezeki itu sejatinya bukan dari yang kita kerjakan semata. Rezeki terletak pada keridhaan Allah, dan Allah memiliki hak mutlak meletakkan rezeki yang terbaik untuk hamba-Nya.

 

Keajaiban air Zamzam menjadi berkah umat hingga saat ini. Air terbaik di seluruh penjuru bumi. Dengan berbagai manfaat untuk kesehatan.

 

Mari berlomba meraih pahala dan ampunan dalam keajaiban hari raya qurban. Perbanyak amal shalih dan laksanakan puasa Arafah. (#def)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.