Hafshah binti Sirin

0 192

Kiblatmuslimah.com – Hafshah binti Sirin adalah seorang wanita mulia. Salah seorang tabi’in yang terkenal dengan ibadah dan kecakapannya dalam bidang fikih,  membaca Alqur’an dan hadits. Hafshah binti Sirin mendapat gelar “Ummul Hudzail Al-Faqihah Al-Anshariyah”. Mahdi bin Maimun menceritakan, “Hafshah binti Sirin berdiam diri selama tiga puluh (30) tahun tidak keluar dari musholanya kecuali untuk tidur siang atau membuang hajat.”

Iyas bin Mu’awiyah menceritakan, “Ia sudah menguasai ilmu qira’ah Al-Qur’an saat berumur 12 tahun.”  Ketika disebutkan nama Al-Hasan dan Ibnu Sirin, ia berkata, “Bagi saya, tak seorang pun yang saya anggap lebih baik dari dirinya.”

Adapun para wanita mulia di zaman tabi’in dapat diketahui pada perkataan Abu Daud, “Wanita-wanita tabi’in yang mulia adalah Hafshah binti Sirin, Amrah binti Abdurrahman, dan berikutnya Ummu Darda Ash-Sughra. Adapun dalam hal ibadah, kebiasaan yang dilakukan Hafshah benar-benar luar biasa. Di antaranya dia selalu melaksanakan shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh di masjidnya. Dia tetap di dalam masjid hingga matahari benar-benar muncul bersinar, melakukan shalat Dhuha, lalu baru keluar.”

Selain itu, dia selalu tetap dalam keadaan suci dengan wudhunya, bahkan ketika hendak beranjak tidur. Ketika waktu shalat tiba, dia kembali ke masjidnya sebagaimana sebelumnya.

Mahdi bin Maimun menyebutkan bahwa Hafshah berdiam diri di tempat shalatnya selama 30 tahun, tidak pernah keluar kecuali untuk menunaikan kebutuhannya dan untuk menemui seseorang. Setiap malam secara rutin, Hafshah membaca setengah Alquran.

Dia juga rajin berpuasa Daud (berselang satu hari) secara terus menerus sepanjang tahun. Berbuka ketika dua hari raya Id dan hari-hari tasyriq.

Hafshah mempunyai kain kafan. Apabila sedang berhaji atau masuk ke kawasan Masjidil Haram, dia selalu memakainya. Bila tiba masa 10 hari terakhir bulan Ramadhan, dirinya bersiap-siap melakukan qiyamul lail dengan memakai baju kafannya.

“Wahai para pemuda, persiapkanlah diri kalian. Kalian adalah pemuda, karena aku lihat amal yang terbaik dilakukan waktu masih muda!” demikian Hafshah kerap berpesan.

Hafshah meriwayatkan beberapa hadits dari saudaranya, Yahya dan Anas bin Malik, Ummu Athiyah Al-Anshariyah, Rubab Ummu Raih, Abu Al-Aliyah, Abu Dzibyan Khalifah bin Ka’ab, Rabi’ bin Ziyad Al-Haritsi, dan Khairah Ummul Hasan Al-Bashri. Dikatakan juga bahwa dia meriwayatkan hadits dari Salman bin Amir, Al-Dhabbi dan beberapa orang lainnya.

Diriwayatkan dari Abdul Karim bin Mu’awiyah, ia menceritakan, “Aku pernah mendengar tentang Hafshah bahwa ia biasa membaca setengah Al-Qur’an dalam satu malam. Ia juga biasa melakukan puasa Ad-Dahr, tidak berpuasa pada dua hari raya dan tiga hari tasyriq saja.”

 

-Peni Nh

Sumber: Isham bin Muhammad Asy-Syarif. 2012. Panduan Tarbiyah Wanita Shalihah. Solo: Al-Qowam, hal.505-506

Leave A Reply

Your email address will not be published.