Fakta dan Mitos Infused Water

0 76

Kiblatmuslimah.com – Infused water adalah minuman yang diracik dari air putih yang dicampur dengan potongan buah atau herbal dan didiamkan dalam beberapa saat.

Infused water populer sejak tahun 2016 dan menjadi tren minuman kesehatan masa kini. Namun benarkah klaim sejuta manfaat infused water yang beredar di masyarakat? Mari kita tanya ahli.

  1. Infused water sebagai detoks tubuh.

Di dalam dunia kesehatan tidak ada yang dinamakan detoks. Maksudnya belum ada penelitian yang dapat membuktikan adanya bahan atau zat yang memiliki manfaat mengeluarkan racun dalam tubuh. Namun, Allah ta’ala karuniai lima organ yang bekerja untuk mengeluarkan racun. Yaitu organ hati (liver), paru-paru, ginjal, kulit dan usus besar dengan tugas detoksifikasinya masing-masing.

  • Infused water bisa membantu menurunkan berat badan.

Para ahli sudah memastikan komposisi dari infused water adalah air putih dan tidak ada kandungan lain. Bisa dikatakan infused water adalah air putih yang memiliki rasa enak. Maka jika ada yang bisa menurunkan berat badan karena rutin minum infused water, itu karena dia mulai menjalani gaya hidup sehat. Mengganti minuman berkalori tinggi (seperti teh, kopi, sirup) dengan air putih.

  • Infused water tidak memiliki manfaat sama sekali?

Walaupun infused water hanya memiliki kandungan air putih saja, bukan berarti tidak bermanfaat. Karena infused water bisa menjadi solusi bagi mereka yang tidak doyan minum air putih karena tidak memiliki rasa. Perlu diingat, jika ingin mendapat manfaat dari kandungan buah/herbal, lebih baik dimakan langsung atau dibuat jus. Sehingga tubuh mendapatkan manfaatnya secara optimal.

  •  Infused water adalah minuman ala Rasulullah?

Aisyah radhiallahu anha menuturkan.

كَانَ أَحَبُّ الشَّرَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْحُلْوَ الْبَارِدَ

Minuman yang paling disukai Rasulullah ialah yang dingin dan manis. [HR. Ahmad 6/38 dan 40, At-Tirmidzi dalam Al-Jami’ (1896) dan dalam Asy-Syamail 1/302 dengan sanad shahih. Dishahihkan oleh Al-Hakim 1/337 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi].

Penuturan Aisyah di atas memiliki beberapa ihtimal (kemungkinan). Bisa jadi, yang dimaksud ialah air yang dicampur madu, rendaman kismis ataupun kurma, sebagaimana tercantum dalam riwayat Muslim berikut.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنْبَذُ لَهُ الزَّبِيبُ فِي السِّقَاءِ فَيَشْرَبُهُ يَوْمَهُ وَالْغَدَ وَبَعْدَ الْغَدِ فَإِذَا كَانَ مَسَاءُ الثَّالِثَةِ شَرِبَهُ وَسَقَاهُ فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ أَهَرَاقَهُ

Dari Ibnu Abbas radhiyalahu ‘anhu, ia berkata,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dibuatkan rendaman kismis dalam satu bejana, kemudian beliau minum rendaman tersebut pada hari itu, juga esok harinya dan keesokannya harinya. Pada sore hari ketiga beliau memberi minuman tersebut kepada yang lain, jika masih ada yang tersisa, beliaupun menuangnya.” [HR. Muslim]

Dari hadits Rasulullah shalallahu alaihi wa salam di atas, ada dua bahan yang digemari Rasulullah untuk membuat infused water, yaitu kurma dan kismis.

Nah, dari hadits di atas pula, ada rekomendasi ahli dan Rasul yang saling sepakat. Yaitu waktu menyimpan infused water, jangan lebih dari tiga hari.

Wallahu alam bish shawwab.

Nur Fadhilah Narlinda

Sumber:

https://m.klikdokter.com/amp/2697733/hal-hal-yang-perlu-diketahui-soal-detoksifikasi
https://m.detik.com/food/info-sehat/d-4582969/diklaim-bisa-detoks-tubuh-benarkah-infused-water-berkhasiat
https://almanhaj.or.id/3045-petunjuk-nabi-tentang-minum.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.