English Role Play Festival: Lets Conquer the World

0 98

Kiblatmuslimah.com – Bogor (30/10) Ahad kemarin, tampak suasana yang berbeda di Ma’had Mutawasith Aisyah, Desa Cijeruk, Gunung Salak, Bogor. Sejak pagi para santriwati sudah sibuk mempersiapkan berbagai macam perlengkapan tampil. Di lapangan utama juga sudah terbangun tenda dan kursi-kursi berjejer rapi. Terlihat pula wali santri yang satu per satu mulai datang ke area pondok sejak pagi. Pada pukul 08.00 acara English Role Play Festival pun dimulai. Tidak kurang satu menit pun acara ini dimulai. Ketepatan waktu dalam memulai acara sangat diperhitungkan oleh pihak penyelenggara acara.

Acara ini berlangsung tertib dan rapi. Para santri dari pondok Mutawasith Aisyah menampilkan nasyid, puisi dan drama. Semua acara menggunakan bahasa Inggris. Seperti tema yang diusung, acara ini menampilkan santri yang lancar berbahasa Inggris. Acara ini adalah klimaks dari program intensif tiga bulan berbahasa Inggris yang diterapkan oleh Ma’had Mutawasith Aisyah kepada santrinya. Dalam acara ini wali santri pun turut diundang untuk menyaksikan peningkatan kemampuan yang telah dicapai oleh putrinya. Bukan hanya santri dari Ma’had Mutawasith Aisyah saja yang meramaikan acara ini, santriwan dan satriwati dari pondok tahfidz al Huda dan Abu Bakar pun turut mengisi acara ini.

Dengan berlangsungnya acara ini menandai suksesnya program yang diusung dalam memajukan bahas Inggris santri.  Faktor yang mendukung dari berhasilnya program bahasa Inggris di Ma’had ini tak lain adalah para ustadzah yang selalu memberikan contoh berbahasa Inggris kepada para santrinya. Dan juga dengan adanya program intensif sehari tiga kali. Pertemuan pertama di pagi hari adalah waktu bersama yang dilakukan oleh tiga kelas. Waktu kedua ada pada saat study club, satu ustadzah membimbing 10 santri. Pada saat inilah para santri lebih leluasa bertanya kepada ustadzah yang membimbing. Pertemuan ketiga saat malam hari, disebut juga dengan night speaking. Harapannya pada saat malam, santriwati mampu mengeluarkan yang ia pelajari selama sehari dalam menggunakan bahasa Inggris.

Selain adanya program intensif, ma’had juga mendukung santrinya untuk aktif menggunakan bahasa Inggris dengan orang tuanya di rumah. Mengirim pesan singkat dan juga berbicara via telepon menggunakan bahasa Inggris. Saat ada kunjungan Syaikh pun santriwati didorong bertanya menggunakan bahasa Inggris.

Dengan semua sistem itu, santriwati terlihat percaya diri menggunakan bahasa Inggris di kehidupan kesehariannya. “Jelas kita menanamkan disiplin sejak awal. Bahkan sejak awal MOS (Masa Orientasi Santri-ed),” ujar Mr. Puh sebagai koordinator program intensif ini ketika ditanya faktor utama yang sangat mendukung program ini. “Apapun programnya, kalau sudah disiplin dan taat dengan ustadz, ustadzahnya, insyaAllah berjalan lancar”, lanjutnya disertai senyum. Orang tua yang hadir pun turut senang dengan sistem intensif yang diterapkan di pondok ini.

Selanjutnya program ini akan tetap berlanjut dan dikembangkan lagi. Target lanjutan adalah program 3 bulan intensif berbahasa Arab. Tentu tanpa melupakan bahasa Inggris yang sudah didapat dan mengembangkan sistem ini lebih baik lagi. (tifanianggita)

Leave A Reply

Your email address will not be published.