Dunia adalah Jembatan

0 147

Kiblatmuslimah.com – Kesenangan dunia tersedia berupa materi, dalam bentuk kekayaan, kecantikan, kedudukan, gelar dan lain sebagainya. Tidak tercela seorang muslim berusaha mendapatkan kesenangan-kesenangan tersebut.

Namun perlu diingat, ada kematian sebagai pemutus kesenangan. Ada akhirat tempat kembali manusia. Sejatinya, dunia adalah jembatan menuju kesenangan abadi yakni alam akhirat.

Melewati jembatan dunia tidaklah mudah, ada rambu-rambu syari’at Islam yang harus dijaga. Balasannya sering kali tak kasat mata. Begitulah Allah ta’ala bermaksud menguji hamba, siapakah yang paling baik amalnya.

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (Surat Al-Mulk Ayat 2)

Allah ta’ala telah memberi manusia modal waktu, tenaga, dan pikiran untuk beramal shalih, memberikan amal terbaik menurut Allah dan rasul-Nya. Namun, ada di antara manusia yang benar-benar telah menjadi budak dunia. Sebab, manusia dan dunia sebenarnya saling berebut. Siapakah yang menjadi tuan dan budak?

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pun telah memperingatkan,

تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ، تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ

“Celakalah budak dinar, celakalah budak dirham, celakalah budak khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wol/sutra). Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah” (HR. Bukhari).”

 

Na’uzubillahi min dzalik. Semoga Allah ta’ala memberi kita petunjuk. Di antara petunjuk ulama agar tidak menjadi budak dunia adalah:

  1. Tidak meniatkan ibadah kepada Allah ta’ala hanya untuk urusan dunia.

 

  1. Tidak melupakan kewajiban amal shalih ketika beraktivitas dan mencari penghidupan

 

  1. Barakah waktu dan tenaga kita. Tidak habis, membabi buta dalam urusan dunia.

 

  1. Allah masih memberikan petunjuk, tidak melewati batas halal haram dalam aktivitas dan bekerja

 

Gelimang kesenangan dunia bukanlah tanda anugerah. Pun kekurangan bukan tanda tak barakah. Tugas kita adalah berlomba dengan sebaik amal menuju ridha Allah ta’ala dan Rasulullah Shalallahu ‘alahi wa salam. Wallahu a’lam.

 

Penulis: Ulfah Nadirah

Sumber: Kajian Ustadz Oemar Mita di YouTube https://youtu.be/zTcDCNYuZBs

Leave A Reply

Your email address will not be published.