Drama Kehidupan

0 230

Kiblatmuslimah.com – Kehidupan dunia ini ibarat drama. Sebuah perusahaan film drama pasti ada sutradara, skenario, dan pelaku film. Kehidupan ini juga ada sutradara dan skenarionya. Tahukah saudaraku, siapakah sang sutradara tersebut? Sutradara sekaligus pembuat skenario kehidupan adalah Allah Subhanahu wa Ta’alla. Manusia yang hidup di dunia, bahkan semua makhluk yang ada adalah pelaku dari sebuah drama kehidupan.

Allah telah menetapkan skenario takdir manusia yang ditulis di Lauhul Mahfudz. Dari dalam rahim ibunya sampai datangnya kematian, Allah telah menetapkan tentang kelahiran, jodoh, rezeki, ujian atau cobaan yang harus dihadapi sampai datangnya hari kematian.

Kita tidak bisa memilih jalan hidup. Contoh sederhananya dari kelahiran manusia. Ketika dilahirkan, tidak bisa memilih orang tua, keturunan kaya atau miskin, kerajaan atau rakyat biasa, keluarga shalih atau minim agama. Sungguh itu tidak bisa dilakukan, wahai saudaraku. Tidak punya daya untuk memilih. Saat masih berada di alam kandungan, tak ada pilihan orang atau keluarga yang akan membersamai hidup.

Ketahuilah saudaraku, walaupun tidak bisa memilih takdir tetapi bisa menentukan peran, menjadi pemeran yang baik atau buruk. Allah adalah sebaik-baik sutradara dan pembuat skenario, tidak akan memberikan peran kepada hamba-Nya melainkan mampu untuk memerankannya. Allah Mahatahu peran terbaik buat hamba dan makhluk-Nya.

Sebagaimana Allah berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. (QS. Al-Baqarah: 186)

Allah paham bahwa hamba-Nya mampu menghadapi segala ujian atau cobaan yang ditakdirkan.  Tugas kita saat ini adalah berusaha tampil dengan sebaik-baiknya, sesuai peran yang diberikan Allah. Yakin bahwa peran itu terbaik.

Allah tidak cukup memerankan manusia di dalam drama kehidupan dunia. Ini hanya sebagai jembatan untuk menentukan kehidupan yang abadi kelak. Allah telah menyediakan kehidupan kekal di akhirat bagi pemeran yang baik dan buruk. Menyediakan jannah bagi pemeran yang baik dan neraka bagi pemeran yang buruk.

Siapakah pemeran yang baik? Mereka yaitu orang-orang yang beriman, selalu sabar ketika menghadapi ujian dan cobaan dan bersyukur jika mendapatkan kenikmatan.

Bagi pemeran yang buruk, Allah akan menyediakan baginya neraka Jahanam. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang kafir dan munafik yang menghabiskan hidupnya untuk bermaksiat kepada Allah. Tidak cukup sampai di situ, hidup mereka digunakan untuk memusuhi umat Islam, bahkan berani membantainya. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah. (Tiada kekuatan kecuali hanya milik Allah).

Ya Allah, kami memohon agar dapat berperan yang terbaik dalam menjalani kehidupan sebagai orang-orang yang beriman. Selalu sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian dan bersyukur jika mendapatkan kenikmatan. Sehingga bisa mendapatkan tempat terbaik yang diberikan oleh Sang Sutradara dan skenario terbaik yang berupa Jannah-Nya.  Allahul Musta’an.

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

Leave A Reply

Your email address will not be published.