Demi Masa

0 136

Kiblatmuslimah.com – Masa atau waktu adalah nikmat Allah yang agung, tidak sepantasnya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Manfaatkanlah untuk hal-hal yang mendatangkan pahala. Kita diberi masa untuk hidup di dunia hanya sekali. Gunakanlah sebaik-baiknya. Waktu atau masa di dunia ini penentu tempat di akhirat nanti. Tidak sepantasnya waktu terbuang dengan sia-sia

Allah telah bersumpah dengan nama masa:

الْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan kesabaran. (QS. al-‘Ashr/103: 1)

 

“Demi masa” artinya bahwa Allah telah bersumpah dengan nama masa. Demi umur yang telah diberikan kepada hamba. Umur ketika hidup di dunia. Digunakan untuk hal yang baik atau tidak. Umur yang dijatahkan kepada makhluk adalah sebagai penentu kehidupan kita nantinya.

 

Ayat kedua, “Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi” jika manusia itu tidak dalam beragama Islam dan beriman kepada Allah. Seseorang yang tidak berislam dan tidak beriman kepada Allah, maka dia tidak akan mendapatkan kebaikan, meskipun dia banyak melakukan kebaikan. Misalnya menyumbang ke yayasan yatim piatu, membantu tetangga, dan selalu menolong orang lain. Hal tersebut karena dia tidak berislam dan tidak beriman kepada Allah. Amalan yang itu akan sia-sia. Tidak akan terhitung di hari kiamat. Dia termasuk orang-orang yang merugi.

 

Ayat ketiga, “Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih dan saling menasihati supaya mentaati kebenaran dan kesabaran”. Dijelaskan secara gamblang bahwa sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi kecuali 4 kategori.

Kategori pertama adalah orang-orang yang beriman. Orang yang beriman adalah kunci dari segala amalan. Dengan beriman kepada Allah, amal kita pasti diterima oleh-Nya. Bahkan segala aktivitas jika niat untuk beribadah kepada Allah. Semuanya itu akan mendatangkan pahala.

Kategori kedua adalah orang yang beramal shalih. Tidak akan menjadi orang yang merugi jika umur kita hanya untuk beramal shalih. Mengumpulkan amal shalih sebanyak-banyaknya, shalat, puasa, zakat dan sedekah. Sedekah adalah amalan utama dan banyak mendatangkan pahala. Manfaatnya bukan hanya untuk orang yang mengeluarkan sedekah saja, akan tetapi yang menerima juga. Bahkan orang yang mati, meminta kepada Allah untuk diberikan waktu ke bumi untuk bersedekah.

Kategori ketiga adalah orang yang menasihati dalam kebenaran. Jika orang yang berani melakukannya maka di dalam masyarakat tidak akan ada kedzaliman. Menyuarakan kebenaran itu akan mencegah kedzaliman di tengah-tengah masyarakat. Bayangkan jika tidak ada yang berani menyuarakan kebenaran, maka kehidupan masyarakat rusak, bahkan negara pun bisa hancur.

 

 

Kategori keempat adalah orang yang menasihati dalam kesabaran. Kesabaran adalah kunci mengendalikan hawa nafsu. Jika tidak ada kesabaran maka akan banyak timbul pertikaian. Setan akan terus membisiki manusia agar hawa nafsu menyala sehingga terjadi pertengkaran. Bahkan setan membuat suami istri bercerai gara-gara tidak sabar, emosi memuncak akhirnya terjadi pertikaian. Kunci agar tidak terjadi itu semua hanya kesabaran. Maka kita dianjurkan untuk saling menasihati dalam kesabaran.

 

Itu tadi pentingnya masa atau waktu. Demi masa, Allah pun bersumpah karena sangat pentingnya. Dengan masa, seseorang yang jahil menjadi pintar. Masa bisa menjadikan seseorang yang terpuruk menjadi sukses. Dengan masa, bisa menjadikan orang yang banyak bermaksiat menjadi paling bertakwa.

 

Masa atau kesempatan yang bisa menjadikan kita sukses dunia dan akhirat, tergantung cara mengolahnya. Masa atau waktu ini juga yang menentukan kita, termasuk orang yang beruntung atau merugi. Masa yang menentukan tempat kita di akhirat nanti, di surga atau neraka-Nya.

 

Semoga Allah selalu membimbing kita untuk menjadi orang yang bisa memanfaatkan masa atau waktu yang diberikan, sehingga termasuk orang yang beruntung. Amin.

 

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

Leave A Reply

Your email address will not be published.