Dapatkah Fobia Dihentikan?

0 132

Kiblatmuslimah.com – Adakalanya seseorang memiliki rasa ketakutan, baik terhadap objek maupun situasi tertentu. Ini yang disebut fobia. Secara ringkas, fobia merupakan penyakit gangguan kecemasan karena perasaan takut yang berlebihan. Dirasakan seseorang terhadap situasi atau objek tertentu sehingga kondisi tersebut menyebabkan depresi, kecemasan, dan kepanikan yang berlebihan.

Seseorang dikatakan fobia apabila memenuhi berbagai karakteristik, antara lain ketakutan yang luar biasa dan tidak masuk akal. Rasa takut itu tidak sebanding dengan ancamannya. Sehingga sering kali tidak rasional dan tidak sesuai dengan realita. Seperti takut balon, hewan tertentu, dan lain sebagainya.

Seperti halnya seseorang yang fobia terhadap lingkungan sosialnya, padahal bukan sesuatu yang berbahaya. Orang-orang pun belum tentu memberikan penilaian atau tatapan sinis kepada dirinya. Namun baginya, berada di kerumunan masyarakat merupakan hal yang berbahaya dan tidak nyaman.

Umumnya penderita fobia paham betul yang dialami dan dirasakannya, tetapi tidak bisa mengendalikan dan lebih memilih untuk menghindarinya.

Proses terbentuknya fobia terjadi ketika bagian otak Amigdala memberikan respons ketakutan, kemudian melepaskan hormon ke dalam tubuh. Menempatkannya pada keadaan “waspada” atau respon fight-or-flight. Amigdala berperan melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi, Sehingga seseorang menyiapkan diri untuk bergerak, berlari, melawan dan lain-lain karena merasa takut atau terancam.

Fobia terbagi menjadi 2, yaitu fobia spesifik dan fobia kompleks.

Fobia spesifik kebanyakan terjadi sejak masih kanak-kanak, pada usia 5 sampai 9 tahun. Contohnya takut terhadap ketinggian (akrofobia), tempat tertutup (klaustrofobia), laba-laba (araknofobia) dan sebagainya.

Sedangkan fobia kompleks pada umumnya mulai berkembang ketika penderitanya menginjak usia dewasa, pada usia sekitar 20 tahun. Sehingga beberapa kasus fobia ini sering kali mengganggu akivitas kehidupan sehari-hari.

Sekali fobia tercipta, maka akan berlanjut secara kronis sepanjang hidupnya jika dibiarkan dan tidak ditangani secara baik.

Selain rasa takut yang berlebihan, fobia juga bisa disertai dengan serangan panik yang ditandai dengan:

  • Disorientasi atau bingung
  • Pusing dan sakit kepala
  • Mual
  • Dada terasa sesak dan nyeri
  • Sesak nafas
  • Detak jantung meningkat
  • Tubuh gemetar dan berkeringat
  • Telinga berdenging
  • Sensasi ingin selalu buang air kecil
  • Mulut terasa kering
  • Menangis terus menerus dan takut ditinggal sendirian, terutama pada anak-anak.

 

Penyebab fobia diduga kuat karena kondisi sebagai berikut:

  1. Riwayat keluarga

Faktor terbesar munculnya fobia adalah riwayat keluarga. Seseorang akan cenderung lebih berisiko jika memiliki riwayat keluarga pengidap fobia.

  1. Peristiwa traumatis atau pengalaman buruk

Sebagai contoh, seseorang terkurung saat masih kecil. Efeknya bisa cenderung takut terhadap ruang tertutup ketika beranjak dewasa.

  1. Psikososial

Kebiasaan orang tua yang seringkali menakut-nakuti anak dengan sesuatu yang negatif dan tidak masuk akal dapat memicu rasa takut dan terbawa sampai dewasa. Seperti, “Awas ada kucing! Nanti digigit, lho“ atau perkataan negatif lainnya.

  1. Perubahan fungsi otak

Beberapa fobia spesifik disebabkan oleh perubahan fungsi otak.

  1. Genetik dan lingkungan

Lingkungan dan keluarga yang mengalami fobia cenderung akan menjadikan seorang anak memiliki hal yang sama.

 

Ada beberapa cara dalam menangani fobia, di antaranya:

 

  1. Hypnotherapy

Dengan memberikan sugesti-sugesti positif untuk menghilangkan fobia.

  1. Flooding

Penderita dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang berisi benda-benda yang membuatnya fobia.

  1. Sistematis

Penderita diminta rileks, membayangkan berada di suatu tempat dengan benda- benda yang membuatnya fobia.

  1. Abreaksi

Memutarkan film atau gambar benda-benda yang membuat fobia, perlahan diminta untuk menyentuhnya.

  1. Reframing

Membayangkan masa lampau saat penderita mengalami fobia. Dibentuk “manusia baru” yang tidak takut lagi pada fobianya

  1. Obat-obatan

Hanya dianjurkan bagi penderita yang mengalami efek dari fobianya. Bukan mengatasi fobianya.

 

Segala bentuk penanganan fobia atau gangguan kecemasan dapat dilaksanakan dengan optimal, sehingga memperoleh keberhasilan. Tentu saja dengan tekad atau keinginan yang kuat untuk menghilangkannya. Tanpa itu, seseorang akan sulit untuk lepas dari fobianya.

Menghindari bukan solusi. Cara tepat adalah menanganinya segera mungkin agar tidak berkelanjutan seumur hidup.

 

 

Amalliyah

 

Dikutip dari: Prof. Dr. dr. Anies, M.Kes, PKK (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro). Wikifobia Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.