Citra Buruk Bani Umayyah?

0 160

Kiblatmuslimah.com – Banyak sekali informasi miring yang sering melintas dalam pendengaran dan penglihatan terkait dengan Bani Umayyah. Hal tersebut mungkin karena sebagian besar dari mereka sebelum keislaman, selama 20 tahun menentang risalah Muhammad SAW

Tak hanya itu. Keterlibatan Bani Umayyah dalam konfrontasi dengan ahlu bait sejak terbunuhnya Utsman bin Affan, juga membentuk emosi umat Islam untuk membenci. Hingga klimaksnya, penyerangan dua kota suci umat Islam -Makkah dan Madinah– oleh salah seorang Khalifah dari Bani Umayyah.

Banyak sekali kelompok yang memusuhi Bani Umayyah, seperti Syiah, Khawarij, dan para pendengki lain. Mereka tampak dalam pertempuran sengit untuk memperoleh kekuasaan.

Di samping itu, terdapat para mantan budak Persia yang tidak bisa melupakan terhapusnya pemerintahan mereka di tangan bangsa Arab. Mereka menyiramkan api kemarahan terhadap Bani Umayyah dan menudingnya diskriminatif terhadap mereka.

Semua mesin penggerak fanatisme tersebut memiliki para penyetir, khatib, orator, dan perawi. Bersatu untuk menyerang Bani Umayyah dengan menebarkan berbagai gosip yang tidak bertanggung jawab di dunia Islam. Membesarkan kesalahan kecil dan menciptakan riwayat-riwayat palsu tentang periode Bani Umayyah beserta para tokohnya.

Provokasi dan informasi negatif itu senantiasa menyebar dalam pembicaraan masyarakat hingga masa pembukuan. Sampai para pakar sejarah membukukan semua informasi yang mereka terima, entah baik maupun buruk.

Satu hal yang harus benar-benar kita ketahui ketika mendapatkan informasi negatif tersebut bahwa seluruh sahabat Rasulullah Saw memiliki karakter lurus (udul) berdasarkan kesaksian dan pengakuan Allah dan Rasul-Nya. Sangat banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Rasul yang menyebutkan tentang kelurusan mereka.

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Hanya saja, seandainya tidak ada satu keterangan pun dari Allah dan Rasul-Nya tentang mereka, tetap saja sikap dan perilaku mereka, seperti hijrah, jihad, perjuangan menyebarkan dakwah Islam, saling memberi nasihat dalam agama, kuatnya keimanan dan keyakinan, memastikan kelurusan serta kebersihan jiwa mereka. Seluruh sahabat merupakan manusia terbaik jika dibandingkan dengan setiap generasi sesudah mereka.” (Al-Ishabah:1/11)

Wallahu a’lam bush Shawab

 

Referensi:

Prof. Dr. Abdussyafi Muhammad Abdul Latif. 2014. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Cet-1. Hal: 27.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.