Buaian Pemerintah

0 95

Kiblatmuslimah.com -Ini adalah tulisan yang mewakili jeritan umat Islam Indonesia.

————-

Kami umat Islam sangat cinta negara ini, jujur tanpa tendensi.

Kami tak ingin negara ini dikuasai penjajah, asing dan aseng yang rakus.

Dimana kerusakan merata, berujung kehancuran, sejarahpun terancam pupus.

Jadi negara budak, hanya karena kebijakan yang salah urus.

 

Wahai para Penguasaaa..

Coba renungkan dengan nurani-nurani yang lurus!

Kami bersuara, hanya agar kau tetap terjaga dan lulus fokus.

Jangan hanya karena rasa bencimu, lantas kami kau berangus.

Pemblokiran, pembubaran dengan beragam alasan, kau jadikan jurus.

Kenapa kami terus kau curigai, kau intimidasi dan terus kau endus?

Seolah Islam harus selalu salah, harus selalu kalah, termasuk rohis sekolah ataupun kampus.

Seolah Islam itu rongsokan atau virus yang pantas dibuang di kakus.

Ormas Islam terancam dibubarkan hanya karna sebuah tautan status.

Sementara LGBT, Komunis, Syi’ah dan aliran sesat bebas mempunyai situs.

Seorang muslim bisa dipenjara, dianiaya bahkan dibunuh hanya karena dicap penyebar desas-desus.

Sementara separatis, pemberontak tulen di Papua justru masih bisa berjalan alus mulus.

(Syair salah satu orator, saat Aksi Tolak Perppu No.2 Tahun 2017 di halaman kantor DPRD Solo)

————

Inilah Indonesiamu, ketika pembela al-haq ditangkap dan pengusung kebatilan berkeliaran. Inilah negerimu, ketika hukum terkalahkan oleh rezimnya. Inilah kepemimpinanmu, ketika hati sudah tertutupi. Maka, cukup Allahlah sebaik-baik Hakim. Maka cukuplah pengadilan Allah sebagai pembela umat Islam.

Inilah rezimmu. Ketika penista agama kau biarkan, muncul generasi 411, 212 dan generasi-generasi pejuang Islam lainnya. Namun kau masih asyik dengan duniamu. Dan sungguh saat itu Indonesia dalam keadaan genting, bahkan siaga.

Inilah kedzalimanmu. Ketika suatu organisasi masyarakat dibubarkan atas dugaan tidak pancasilais. “Dengan mengkaji cukup lama dan mengamati yang cukup lama,” ujarmu. Maka pertanyaanku, “Selama apakah?” Ketika akses internet yang tak mampu untuk ajang selfie, kau renggut. Sejenak, telegram kau raup. Cukup sudahi kedzalimanmu sebelum Allah cabut nyawamu.

Inilah kegentingan yang menjadi alasan pemerintah mengeluarkan PERPPU No.2 Tahun 2017. Kegentingan atas kebencian terhadap kemenangan umat Islam yang sudah mulai nampak. Persatuan berbagai elemen-elemen masyarakat dalam membangun negara Islam di Indonesia.

Inilah buktimu, ketika lembaran banner sebagai andalan senjata antek-antekmu. Bahkan di kota yang mayoritas muslim, kau berani pasangi bak ladang tuk mencuci orang-orang awam di sekitar. Seakan kau buktikan kebenaranmu dalam menerbitkan Perppu itu. Terlalu indah syairmu untuk umat dukung. Terlalu tajam pisaumu untuk umat rasakan. Dan terlalu hina dirimu untuk umat banggakan.

Karena musuh-musuh Allah itu takut dengan persatuan yang dibangun umat Islam. Karena balasan umat Islam di jalan Allah sangat menjanjikan. Maka umat Islam akan selalu berkobar semangatnya.

Inilah ketakutan para kuffar..

Sejatinya undang-undang ini dibuat semata hanya karena nafsu pemerintah yang ingin segera membubarkan kelompok-kelompok Islam, yang dimulai dari pembubaran HTI. Entah apa ormas yang hendak dibubarkannya lagi?

“Kita bicara satu-satu,” ujar pemerintah Jokowi.

Layaknya kacang yang akan dikupas satu per satu dan dibuang begitu saja. Padahal dia lupa, sejatinya pejuang kemerdekaan negaranya adalah mereka yang menjunjung Kalimatullah. Mereka mungkin berpura-pura tuli mengenai sejarah. Mungkin mereka kurang membersamai nenek moyang yang mengisahkan tentang pejuang-pejuang kemerdekaan Indonesia.

Maka cukuplah Allah tempat memohon ampunan, meminta kekuatan, seindah-indah pengharapan, sebaik-baik kecintaan, seadil-adilnya hakim dan sebenar-benar penolong bagi para hamba-Nya.

Laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah..

 

[Sania]

Leave A Reply

Your email address will not be published.