Biarkan Allah yang Memilih

0 244

Kiblatmuslimah.com – Setiap orang pasti sering menghadapi dilema dalam menentukan dua pilihan. Bukan hanya dalam menentukan jodoh saja. Bahkan dalam segala aspek kehidupan, manusia dituntut untuk memilih dua jalan pilihan yang harus segera diputuskan. Seperti dalam menerima lamaran, menentukan pilihan kerja, mencari kontrakan, sekolah anaknya, melanjutkan kuliah atau kerja, membeli barang atau tidak, hingga penentuan hari.

Terkadang merasakan dilema dalam menentukan dua pilihan tersebut. Lalu bagaimana sikap kita?

Jangan sampai mengikuti aneka cara yang menyimpang. Seperti orang Arab jahiliah dahulu mengenal istilah azlam, yaitu menggunakan tiga anak panah diberi tulisan “lakukan”, “jangan lakukan” dan kosong. Ketika seseorang menghadapi kesulitan, dia datang ke Ka’bah lalu meminta juru kuncinya mengambil anak panah secara acak. Hasilnya tergantung pada isi tulisan yang ada dalam anak panah tersebut. Kalau kosong, undian diulang lagi.

Sebagian lagi jika hendak bepergian dia menerbangkan burung. Kalau burung itu terbang ke arah kanan artinya baik, dia akan melanjutkan perjalanan. Sebaliknya kalau terbang ke arah kiri artinya bertanda buruk maka diurungkan niatnya. Permisalan lainnya dengan menghitung kancing baju sambil berkata, “Ya… tidak … ya … tidak” hingga kancing baju yang terakhir. Cara sesat lainnya adalah dengan mendatangi dukun. Itu berbagai macam cara yang menyimpang dalam menentukan pilihan.

Bagaimana cara yang benar? Islam telah mengajarkan cara menentukan pilihan dengan melaksanakan shalat istikharah, meminta petunjuk kepada Allah. Manusia adalah makhluk lemah yang selalu membutuhkan pertolongan Allah Ta’alla dalam segala urusan. Allah mengetahui segala yang ghaib, sedangkan manusia hanya bisa memperkirakan akibatnya. Lalu ia jalani sesuai dengan kemantapan hatinya.

Allah berfirman:

{وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (68) وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ (69) وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الأولَى وَالآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (70

Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Qashas: 68-70)

Tafsir ayat di atas adalah Dia memilih yang dikehendaki-Nya. Semua yang dikehendaki-Nya pasti ada dan yang tidak dikehendaki-Nya pasti tiada. Semua perkara yang baik dan buruk berada di tangan-Nya dan bersumber dari-Nya. Hal ini membuat kita yakin bahwa Allah telah memilihkan hal yang terbaik dalam menentukan dua pilihan yang berbeda. Allah mengetahui hal-hal yang ghaib dan terbaik buat kita.

Ahli tafsir kenamaan Imam Al-Qurrtubi menyorot perkataan para ulama, “Tidak selayaknya seorang hamba melangkah untuk suatu urusan dunia, sebelum meminta pertimbangan kepada Allah, dengan cara shalat dua rakaat istikharah. Istikharah merupakan tradisi Rasulullah dan para salaf. Ketika Rasulullah ingin melakukan sesuatu perkara pasti beliau beristikharah terlebih dahulu. Sebagaimana Rasulullah hendak menikah atau menikahkan anaknya”.

Ketika Zainab dinikahi oleh Rasulullah, beliau pun istikharah. Bukan beliau merasa ragu Rasulullah adalah calon suami yang baik. Sebaliknya Zainab takut kalau tidak bisa memenuhi hak Rasulullah.

Dengan contoh-contoh di atas, semoga membuat kita yakin bahwa istikharah adalah jalan yang terbaik. Jika sudah beristikharah, serahkan semua urusan dan berserah diri kepada-Nya, maka akan muncul keyakinan dalam hati untuk memilih yang terbaik menurut Allah.

Ketika bingung dan bimbang untuk memilih di antara dua pilihan maka segeralah kembali kepada Allah. Serahkan semua urusan kepada Allah dan biarkanlah Allah yang memilih.

 

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.