Berkahnya Waktu

0 141

Kiblatmuslimah.com – Terkadang merasa waktu habis begitu saja, tanpa disadari. Padahal belum melakukan suatu pekerjaan apapun. Waktu habis tetapi pekerjaan masih menumpuk. Bahkan belum melakukan suatu ketaatan atau kebaikan pada hari ini karena merasa waktunya terbatas.

Jika tengok para salafus shalih, waktu mereka berkah. Banyak pekerjaan, kebaikan dan ketaatan yang dilakukan karena keberkahan waktu itu sendiri. Kalau dipikir secara logika, waktu yang kita jalani dan mereka itu sama yaitu 24 jam. Dalam waktu 24 jam, mereka bisa menuntut ilmu, berdagang, mengurus umat, keluarga dan banyak amalan yang dilakukan.

Masya Allah. Begitulah mereka, dengan waktu yang sama tetapi amalan menggunung. Berbeda dengan kita, amalan terbatas. Lalu apa yang membuat amalan kita berbeda dengan para salafush shalih?

Ketahuilah saudaraku, yang membedakan adalah keberkahan waktu itu sendiri. Apa yang dimaksud dengan berkahnya waktu? Berkahnya waktu adalah bisa melakukan banyak hal dalam waktu sedikit.

Lalu bagaimana caranya bisa mendapatkan keberkahan waktu? Mari simak nasihat seorang ulama. Ketika ulama tadi berpamitan untuk menuntut ilmu, gurunya berpesan, “Jangan tinggalkan membaca Al-Qur’an! Semakin banyak baca Al-Qur’an, urusanmu semakin mudah.”

Muridnya pun melakukan. Awalnya beliau membaca Al-Qur’an 3 juz per hari. Lalu menambahkan hingga 10 juz per hari. Beliau pun merasakan bahwa urusannya semakin mudah. Siapakah yang mengurusnya? Allah yang mengurus semuanya. Waktu pun semakin berkah. Dengan keberkahan waktunya, dapat melakukan ketaatan dan kebaikan yang berkelanjutan.

Itulah berkah Al-Qur’an, membuat mudah mengefektifkan pengurusan waktu. Bukan kita yang atur waktu, tetapi Allah yang membantu mengaturnya.

Secara teori, orang yang membaca Al-Qur’an menghabiskan banyak waktu, mengurangi kegiatan lain. Namun Allah yang membuat waktunya menjadi berkah, hingga menjadi begitu efektif. Hidup pun terkelola maksimal. Itulah janji Allah pada setiap hamba-Nya yang rajin membaca Al-Qur’an.

Jika sudah mengenal keberkahan waktu, kita akan mengenal cirinya. Salah satunya adalah bertambahnya ketaatan dan kebaikan. Jika ketaatan satu dilakukan maka akan menghasilkan ketaatan lain. Satu kebaikan dilakukan maka tumbuh kebaikan yang lain. Itulah ciri berkahnya waktu. Selain itu, akan membuka pintu perbuatan amal sehingga terbuka kesempatan untuk beramal shalih berikutnya.

Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu. Jagalah hak-hak Allah maka Allah akan menjaga hak-hakmu sebagai hamba-Nya. Sebaliknya jika waktu hanya dihabiskan untuk urusan dunia, bahkan tidak sempat menunaikan hak Allah untuk membaca Al-Qur’an, itu adalah tanda ada yang salah dalam hidup.

Barang siapa bangun di pagi hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, seolah-olah tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya:

  1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
  2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.
  3. Tidak pernah merasa dipenuhi.
  4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya. (Hadist Riwayat Muslim)

Itulah akibat dari memikirkan dunia saja tanpa mencari berkahnya waktu untuk akhirat. Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu istiqamah dalam membaca Al-Qur’an agar mendapatkan keberkahan waktu. Sehingga ketaatan, kebaikan dan ama shalih akan terus tumbuh di dalam diri karena keberkahan waktu yang didapatkan. Semoga segala urusan kita dimudahkan Allah karena berkahnya waktu tersebut. Amin, Amin, Ya Rabbal ‘Alamin.

 

Oleh: Fyrda ummu Farhat

Leave A Reply

Your email address will not be published.