Belajar Miras dari Inggris

0 222

Kiblatmuslimah.com – Minuman keras atau khamr memiliki daya rusak super di masyarakat dan dalam tubuh manusia. Khamr mampu merusak masyarakat dengan kemaksiatan, sekaligus membunuh peminumnya.

 

Menengok ke Eropa, kita akan melihat bagaimana capeknya negara Inggris mengurus para pemabuk. Di negara tersebut, khamr menjadi minuman bak air mineral. Jangan tanya keadaan manusia di sana. Pemabuk bagai mayat bergelimpangan di jalan. Fasilitas umum rusak sudah lazim terjadi. Terlebih saat momen pesta, seperti malam pergantian tahun.

 

Bukan tanpa efek samping, budaya suka ‘minum’ ini membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat Inggris. Tahun 2017, peneliti dari Sheffield University menyebutkan 5 orang per hari meninggal karena alkohol.

 

Bagi tubuh, alkohol bisa menyebabkan alcoholic liver disease yaitu kerusakan organ hati (liver) karena mengonsumsinya. Untuk alasan ini, pemerintah Inggris harus bayar mahal. Melalui lembaga kesehatannya, pemerintah Inggris mengeluarkan dana yang besar untuk menanggulangi layanan masyarakat terkait alkohol. Melihat tren dan budayanya, kematian dan kesakitan akibat alkohol diprediksi akan terus meningkat setiap tahun di Inggris.

 

Di atas baru efek samping utama bagi tubuh, belum luka kekerasan oleh pemabuk. Tahun 2020, sebuah lembaga kesehatan Inggris, NHS (National Health Service) merilis bahwa terjadi peningkatan pasien yang datang ke rumah sakit, sebanyak 6% akibat pengaruh alkohol. Selain itu, NHS pun harus berjuang melalui alcohol support, sebuah layanan kesehatan untuk para pecandu alkohol agar kembali hidup normal.

 

Jika berkaca dari negara Inggris, rencana investasi miras di Indonesia, siapa yang untung? Dari sisi kesehatan saja, bisa dipastikan masyarakat akan merugi. Layanan kesehatan di Indonesia belum mampu menangani sebaik pemerintah Inggris dalam mengatasi pecandu alkohol. Itu baru masalah kesehatan fisik, problem sosial pun banyak ditimbulkan akibat khamr tersebut.

 

Walaupun lampiran Perpres investasi minuman keras sudah dicabut, tetapi Perpres-nya tidak. Masih besar kemungkinan, investasi miras di Indonesia akan tetap diberlakukan. Bukan saatnya kita diam tanpa perlawanan. Tugas bersama untuk menolak ide aneh pemerintah ini.

 

Penulis: Nur Fadhilah

 

Sumber:

https://digital.nhs.uk/data-and-information/publications/statistical/statistics-on-alcohol/2020/content

 

https://www.kompasiana.com/amp/astayoga/5a184eec63b248105d46b4b2/alkohol-dan-parahnya-kultur-mabuk-di-inggris

Leave A Reply

Your email address will not be published.