Belajar dari Kehamilan Maryam bintu Imran

0 828

Kiblatmuslimah.com – “Maka Maryam mengandungnya lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (QS. Maryam: 22)

 

Ibunda Maryam bintu Imran diuji oleh Allah ta’ala dengan hadirnya janin di rahimnya. Kabar kehamilannya gempar di masyarakat, sebab keluarga beliau adalah orang terpandang dan Maryam sendiri merupakan perempuan dengan penuh penjagaan.

 

Di luar nalar manusia, beliau memang hamil tanpa suami atau seorang lelaki. Ketetapan Allah yang membuatnya pergi dari kaumnya. Menyisihkan diri bukan sekadar takut mendengar gunjingan, tetapi agar lebih dekat kepada Allah.

 

Hikmah dari kisah ibunda Maryam ini bisa menjadi perenungan bagi muslimah. Hadirnya janin dalam rahim bukan sekadar usaha manusia. Namun ia adalah rizki dan takdir dari Allah ta’ala.

 

Kehamilan adalah rizki yang seharusnya kita jaga dari sisi ruhiyah dan jasadiyah. Dari sisi ruhiyah, kisah ibunda Maryam patut menjadi contoh. Di tengah badai ujian, tetap teguh dalam ketaatan. Walaupun hamil dan tersisih, tetap menjadi ahli ibadah.

 

Seharusnya muslimah begitu. Menghiasi diri dengan amal ibadah adalah bentuk penjagaan terhadap diri dan janin dalam kandungan. Sehingga Allah ridha dan memudahkan kehamilan hingga proses persalinan. Semoga anak yang lahir dari rahim menjadi pejuang masa depan.

 

Termasuk penjagaan di sini adalah pada fisik. Sebagaimana diketahui, ibu hamil butuh perlakuan khusus. Ia butuh asupan gizi, pola istirahat dan aktivitas yang berbeda dengan wanita yang tidak hamil.

 

Kontrol dengan petugas medis minimal 4x selama kehamilan (sebagaimana anjuran medis), menjadi solusi agar kehamilan ibu terjaga secara fisik. Ibu hamil dan janin dalam kandungan sehat hingga masa persalinan kelak.

 

Di dalamnya penjagaan fisik, termasuk menjaga asupan makanan. Walaupun ibu hamil tidak memiliki pantangan tetapi ada jenis makanan yang tidak memiliki manfaat kesehatan sama sekali. Ibu perlu selektif dalam memilih menu makanan selama kehamilan.

 

Selain itu, ibu hamil tetap dianjurkan untuk olahraga ringan seperti jalan kaki dan berenang. Demi menjaga kebugaran ibu hamil sampai masa kelahiran.

 

Sehat secara ruh dan jasad menjadi penting bagi ibu dan janin. Harapannya anak yang lahir kelak menjadi anak yang tumbuh sehat, kuat dan menjadi pejuang Islam yang Allah ridhai. Wallahu A’lam.

 

Sumber: Persalinan Maryam karangan Mugi Rahayu

Leave A Reply

Your email address will not be published.