Bekal Perjalanan

0 180

Kiblatmuslimah.com — Apabila punya agenda travelling ke sebuah destinasi, tentu akan mempersiapkan bekal dan hal-hal terkait supaya perjalanan lancar.

Sama halnya dengan mengarungi perjalanan hidup. Harus berjuang melalui berbagai tantangan sepanjang perjalanan. Bekal yang dimiliki pun maksimal.

Nah, bekal untuk berjuang meniti perjalanan hidup adalah dengan ilmu. Kebutuhan akan bekal ilmu lebih penting dari sekadar bahan logistik makanan dan minuman.

Imam Ahmad menyatakan, “Manusia sangat membutuhkan ilmu dari sekadar menyantap makanan dan minuman; karena makanan dan minuman dibutuhkan oleh manusia sekali atau dua kali dalam sehari. Sedangkan ilmu dibutuhkan setiap saat.” (Thabaqat Al-Hanabilah, 1/147)

 

Ilmu tentang Keimanan

Di antara ilmu yang paling mendasar untuk dipelajari seorang muslim sebagai bekal perjalanan hidup berjuang di jalan Allah adalah tentang keimanan.

Ilmu ini merupakan pokok dasar keislaman yang membahas tentang tiga pengetahuan dasar Islam. Biasa dikenal dengan Ushul Tsalatsah.

Ketiga pokok tersebut berdasarkan tiga pertanyaan malaikat saat di alam kubur nanti, mengenai:

  1. Siapa Rabbmu?
  2. Apa agamamu?
  3. Siapa Nabimu?

 

Dalil dari tiga pertanyaan kubur ini adalah hadits dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu. “Ketika itu dua malaikat mendatangi (orang yang berada di alam kubur), lalu mendudukkannya. Kemudian kedua malaikat itu bertanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Penghuni kubur itu menjawab, ‘Rabbku Allah.’

 

Lalu ditanya lagi oleh kedua malaikat tersebut, ‘Apa agamamu?’ Penghuni kubur itu menjawab, ‘Agamaku Islam.’

 

Lalu ditanya lagi oleh kedua malaikat tersebut, ‘Siapa Nabi yang diutus di tengah-tengah kalian?’ Penghuni kubur itu menjawab, ‘Ia adalah Rasulullah ﷺ.’

 

Keduanya bertanya lagi, ‘Apa landasan ilmumu?’ Ia menjawab, ‘Aku telah membaca Kitabullah, mengimaninya dan membenarkannya.’” (HR. Abu Daud)

Berdasarkan hal tersebut, tiga pondasi dasar keislaman yang penting untuk dipelajari, yaitu:

  1. Ma’rifatullah (mengenal dan memahami tentang siapa Allah, Rabb dan Ilah kita).
  2. Ma’rifaturrasul (mengenal dan memahami tentang siapa Rasulullah ﷺ dan kehidupan beliau).
  3. Ma’rifatuddin (mengenal dan memahami tentang ajaran agama Islam).

 

Iman sebelum Qur’an

Mempelajari ilmu keimanan terlebih dahulu adalah metodologi Rasulullah ﷺ dalam mendidik para sahabat, sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata, “Sungguh kami telah hidup pada suatu masa di zaman kami. Sesungguhnya yang paling muda dari kami diberikan iman sebelum Al-Qur’an dan turun surat kepada Muhammad ﷺ. Lalu ia mempelajari halal-haramnya dan apa yang mesti diperhatikan dan amalkan darinya, sebagaimana kalian mempelajari Al-Qur’an.”

Kemudian ia berkata, “Sungguh, aku melihat orang-orang. Salah seorang dari mereka diberikan Al-Qur’an. Lalu ia membaca antara Al-Fatihah sampai akhirnya tanpa tahu perintah dan larangannya, serta yang mesti diperhatikan dan diamalkan darinya. Ia membuangnya begitu saja seperti membuang kurma yang jelek.” (HR. Hakim dalam Al-Mustadrak, no.101).

 

Viyanti Kastubi

@vikastubi

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.