Batal Pulang, HRS Kritisi Perbedaan Sikap Pemerintah

0 107
Foto : Antara

Rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) dipastikam batal. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Persudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif melalui pesan suara yang diterima Kiblatmuslimah.com, Rabu (21/2).

 

Slamet Maarif menyampaikan pernyataan HRS dalam bentuk audio, bahwa  alasan ditunda karena ia beristikharah meminta petunjuk kepada Allah SWT. Ini dilakukan semenjak PA212 mengusulkan kepulangannya ke tanah air.

 

Menurutnya, penundaan itu setelah HRS menerima berbagai masukan dan wasiat dari guru besarnya di Arab Saudi.

 

“Jika sudah dapat keputusannya, maka saya sendiri yang akan mengatakannya kepada umat Islam di seluruh Indonesia tentang kepulangan saya, Insyaallah,” ujarnya.

 

HRS mengkritisi sikap pemerintah yang tidak adil dalam mensikapi kasus-kasus yang ditimpakkan kepada ulama dan aktivis Islam.

 

Beliau mencontohkan buronan koruptor yang telah merugikan negara 35 trilyun rupiah, sepi dari pemberitaan media. Gambarnya sebagai DPO  pun tidak ditempelkan di tengah masyarakat.

 

“Hal ini berbeda perlakuan terhadap saya. Ketika berhijrah ke Mekkah langsung diumumkan sebagai buronan, dan gambarnya disebar dan ditempelkan di mana-mana, ” ungkapnya.

 

HRS prihatin  atas persekusi dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam. Menurutnya, tidak ada satupun kasus mereka  yang di-SP3-kan lalu diumumkan kepada publik.

 

“Sementara kasus para penista agama yang telah dilaporkan, tak satu pun yang diproses sebagaimana mestinya,”  lanjutnya. Dalam pernyataannya tersebut, HRS menyebut nama Victor Laiskodat dan Ade Armando.

 

HRS juga menyayangkan adanya wacana untuk membebaskan Ahok dari hukuman melalui upaya Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA). Padahal menurutnya, aturan MA sudah jelas bahwa kasus yang tidak melalui proses banding dan kasasi, tidak bisa diajukan PK.

 

“Ahok tidak pernah melakukan banding maupun kasasi, sehingga PK nya ke MA wajib ditolak demi tegaknya hukum,”  jelasnya.

 

Sebagaimana diketahui, HRS telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan  pornografi bersama seorang wanita, Firza Husen. Bersamaan dengan kepergiannya ke Mekkah, Penyidik Polda Metro Jaya telah menjadikannya sebagai DPO. [Anis]

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.