Bani Umayyah Era Rasulullah SAW  

0 120

Kiblatmuslimah.com – Bani Umayyah sebelum Fathu Makkah di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb, termasuk kelompok yang menentang Rasulullah SAW. Bahkan, mereka menjadi pemimpin kaum Quraisy dan sekutunya dalam setiap pertempuran.

 

Saat Fathu Makkah, mereka semua masuk Islam dan menjalankan agama dengan sebaik-baiknya. Setelah mengetahui hakikat Islam, mereka menyadari kesalahan besar mereka yaitu terlambat menjadi muslim. Pengakuan ini tertuang dalam surat Abu Sufyan kepada Muawiyah putranya sesaat setelah diangkat Umar Bin Khattab sebagai Amir (gubernur jendral) negeri Syam menggantikan kakaknya, Yazid bin Abu Sufyan

 

Rasulullah sendiri mengetahui kedudukan Bani Umayyah, sehingga senang dengan keislaman mereka dan menyambutnya dengan hangat. Beliau memberikan tempat yang luas dalam pemerintahannya guna memanfaatkan potensi dan kemampuan mereka. Beliau memberikan keistimewaan kepada Abu Sufyan yang tidak diberikan kepada seorangpun di Makkah dengan bersabda, “Barang siapa memasuki rumah Abu Sufyan, ia aman.” Ini merupakan kehormatan besar bagi Abu Sufyan yang menunjukkan apresiasi Rasulullah tehadap para pemimpin suku dan tokoh ternama.

 

Rasulullah mengangkat Abu Sufyan sebagai wali kota Najran sebagai pengabulan permintaannya dan mengangkat putranya Muawiyah sebagai sekretaris Nabi Muhammad. Wali kota pertama Makkah adalah seorang tokoh Bani Umayyah yakni Attab bin Usaid bin Abul Aish bin Umayyah bin Abdu Syams.

 

Rasulullah juga mengangkat Amr bin Sa’id bin Al-Ash bin Umayyah sebagai kepala desa Khaibar, Wadi Al-Qura, Taima’, dan Tabuk; menjabat hingga Rasulullah wafat.  Beliau juga mengangkat Al-Hakam bin Sa’id bin Al-Ash sebagai kepala pasar di Makkah; mengangkat Aban bin Sa’id bin Al-Ash sebagai amir (gubernur jendral) di Bahrain. Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ustman bin Affan adalah para seketaris Rasulullah serta masih banyak lagi kalangan Bani Umayyah yang diangkat oleh Rasulullah sampai beliau wafat.

 

Ketika Rasulullah wafat, sebagian besar tokoh Bani Umayyah masih menjabat sebagai wali kota, penulis wahyu, sekretaris, penarik pajak, dan lain-lain. Pelimpahan kewenangan dan kepercayaan Rasulullah kepada sebagian besar tokoh Bani Umayyah merupakan bukti yang menunjukkan kompetensi dan tanggung jawab mereka. Sekaligus menunjukkan kehormatan dan kebanggan beliau tehadap mereka.

 

Peresume: PramudyaZeen

 

Referensi

Prof. Dr. Abdussyafi Muhammad Abdul Latif. 2014. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Cet-1. Hal: 23-26.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.