Bani Umayyah di Era Abu Bakar Ash-Shiddiq

0 153

Kiblatmuslimah.com – Rasulullah wafat setelah berhasil menyampaikan tugas dan tanggung jawabnya. Abu Bakar Ash-Shiddiq dibaiat sebagai khalifah dan mengambil kebijakan yang sama seperti Rasulullah dalam mempekerjakan Bani Umayyah, meminta bantuan mereka dalam berbagai tugas penting dan utama. Mereka pun memenuhi permintaan tersebut. Lebih senang berjihad di jalan Allah daripada pekerjaan administrasi. Hal itu tampak dalam setiap pertempuran utama umat Islam di era Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab; memerangi kaum murtad maupun menaklukkan negeri Syam dan Persia.

 

Amr bin Said Al-Asydad bercerita bahwa para pamannya seperti Khalid, Aban, dan Amr berhenti dari pekerjaan setelah mendengar berita wafatnya Rasulullah. Abu Bakar Ash-Shiddiq pun berkata, “Tiada yang lebih berhak menangani pekerjaan itu daripada orang-orang yang telah dipekerjakan oleh Rasulullah. Maka, kembalilah pada pekerjaan kalian!” Namun, mereka enggan dan lebih senang berangkat menuju negeri Syam untuk berperang.

 

Ketika Abu Bakar bertekad untuk menaklukkan negeri Syam, ia menyerahkan bendera komando kepada empat tokoh utama, yaitu Yazid bin Abu Sufyan, Abu Ubaidah bin Jarrah, Amr bin Al Ash, dan Syurahbil bin Hasanah. Mengenai Yazid bin Abu Sufyan, Al-Hafidz Adz-Dzahabi berkata, “Ia adalah salah satu empat jendral yang ditugasi Abu Bakar untuk menyerang Romawi. Abu Bakar menyerahkan bendera komando kepadanya. Itu semua hanya dilakukan Abu Bakar lantaran kehormatan Yazid bin Abu Sufyan dan kesempurnaan agamanya.”

 

Ia melakukan penaklukan dan melancarkan serangan serta mengagungkan panji hitam Islam hingga meninggal dunia karena wabah penyakit di Emmaus (Amwas), era Khalifah Umar bin Khattab tahun 18 H. Selanjutnya, panji itu diserahkan ke adiknya yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan yang sengaja dikirim Abu Bakar Ash-Shiddiq untuk memperkuat pasukan kakaknya. Muawiyah pun berhasil mengemban amanah tersebut dan berhasil menaklukkan pesisir Syam.

 

Sementara itu, Abu Sufyan (ayah mereka) yang lanjut usia dan sudah tidak mampu berperang tidak terima jika tidak diikutsertakan dalam perang dan pasukan penakluk. Iapun berperan sebagai motivator guna membangkitkan semangat tempur, juang, dan pengorbanan umat Islam.

 

Demikan Bani Umayyah senantiasa berjuang di jalan Allah pada era Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Mereka lebih mengutamakan bertempur di medan perang daripada pekerjaan administrasi.

 

Peresume: PramudyaZeen

 

Referensi:

Prof. Dr. Abdussyafi Muhammad Abdul Latif. 2014. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Bani Umayyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Cet-1. Hal: 26-28.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.