Balasan sesuai Amal

0 133

Kiblatmuslimah.com – Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menetapkan takdir-takdir yang pasti. Tidak berubah dan tak berganti. Orang yang cerdas tentu berusaha untuk mengetahui tentang ketetapan Ilahi ini, agar bisa beramal sesuai dengan tuntutannya. Ia berusaha tidak menempuh jalan yang bertabrakan atau menyelisihinya, hidup di dunia dengan kehidupan yang mulia, mendapat taufik dan bahagia. Di akhirat baginya balasan pahala dan kenikmatan.

Di antara takdir Allah yang agung ini, ketentuan yang berpengaruh besar bagi hidup manusia, dan keadaan akhir di tempat kembali mereka, adalah ketentuan berupa al-jaza min jinsil ‘amal, “Balasan akan didapat sesuai dengan amal perbuatan”. Orang yang berbuat baik, akan mendapat balasan kebaikan. Begitu pula sebaliknya, orang yang berbuat jahat, akan mendapat balasan yang buruk.

Inilah ketentuan Ilahi. Salah satu prinsip dari banyak prinsip yang menegaskan bahwa Allah Maha Adil, Maha Bijaksana, dan Maha Mampu. Prinsip pembalasan Rabbani ini senantiasa terjadi saat di dunia dengan berdasarkan keadilan. Tidak ada keberpihakan kepada orang tertentu.

Berbeda dengan hukum dunia, terkadang kita dapatkan hukum yang tidak adil. Apalagi di zaman sekarang, hukum bisa dibeli dengan uang. Hal yang salah dibenarkan. Hal yang benar disalahkan. Orang yang benar dan jujur mendekam di penjara. Sedangkan orang yang salah dan korupsi bebas berkeliaran di luar penjara. Tidak heran jika kejahatan di dunia ini “tidak ada” habis-habisnya.

Terkecuali dengan ketetapan atau hukum Allah, seandainya manusia merenungi dalam permasalahnya. Memikirkan yang sedang dijalani, akan didapati sunnatullah ini berlaku pada kehidupan dalam setiap sisinya. Akan memahami betapa bijaksananya Allah dalam menetapkan takdir dan ketentuan-Nya, kebaikan tidak akan disia-siakan. Perbuatan dosa tidak akan dilupakan. Allah yang memberi balasan kekal selamanya. Sebagaimana Anda melakukan sesuatu, maka akan mendapatkan balasan setimpal. Begitu pula Anda memberi, sekadar itu pula akan diberi.

Hukum dan ketetapan Allah adalah yang terbaik. Sebagaimana Allah berfirman:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”.

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهٗ

“Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Ayat ini menjelaskan bahwa kebaikan dan kejahatan itu pasti akan ada balasannya. Walaupun yang dilakukan itu hanyalah sedikit, tetapi Allah pasti akan membalasnya.

Betapa menakjubkannya kasih sayang Allah. Dia merahmati seorang pelacur yang menyayangi hewan yang hampir binasa karena kehausan. Bukankah sesuatu yang dahsyat, ketika Dia menenggelamkan Qarun dan segala harta yang dimilikinya ke dalam bumi? Itu terjadi karena Qarun sombong dan senantiasa berbuat dosa.

Perhatikan pula yang menimpa para sahabat Rasulullah ﷺ pada Perang Uhud. Hingga mereka mengatakan, “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” (QS. Ali Imran: 165). Allah ﷻ dengan hikmah dan keadilan-Nya menjawab, “Katakanlah: Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS. Ali Imran: 165).

Pernahkan Anda mendengar firman Allah ﷻ?

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahmaan: 60)

مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

“Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah”. (QS. An-Nisaa: 123)

Hukum dan ketetapan Allah selalu adil untuk setiap makhluk. Pilihan amal itu terserah pada manusia. Kita punya hak atas itu.

Namun, ketahuilah saudaraku. Segala pilihan pasti ada balasannya. Kalau sadar bahwa semua yang dilakukan pasti dibalas oleh Allah, tentu sebagai hamba yang beriman dan bertakwa akan memilih kebaikan, kebenaran dan kejujuran dalam menapaki kehidupan di dunia. Semoga kita termasuk hamba yang selalu Istiqamah dalam hal kebaikan. Semoga Allah selalu menolong kita untuk dimudahkan di jalan kebenaran.  Amiin, Ya Rabbal ‘Alamin.

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.