Balasan Keburukan dengan Keburukan

0 122

Kiblatmuslimah.comAljaza-u min jinsil ‘amal, balasan itu setimpal dengan perbuatan. Sebagaimana balasan perilaku kebaikan dengan kebaikan dan balasan perilaku keburukan dengan keburukan. Itulah keadilan Allah. Apapun yang kau perbuat maka engkau akan menuai hasilnya.

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas balasan kebaikan dengan kebaikan. Jika seseorang itu berbuat baik, maka dia akan mendapatkan kebaikannya. Bahkan menurut konsep Allah, pahalanya berlipat. Kebaikan itu bukan hanya di dunia yang ia rasakan. Namun, kebaikan itu berlipat meliputi kebaikan dunia, alam barzakh, akhirat dan balasan pahala yang didapatnya berupa Jannah. Masya Allah, Mahaagung Allah yang melipatgandakan sebuah kebaikan.

Begitu juga dengan perilaku buruk. Balasannya akan mendapatkan keburukan atas perilakunya. Keburukan itu bukan hanya di dunia saja. Bahkan meliputi 3 alam yaitu dunia, barzakh dan akhirat. Ketika seseorang berbuat dosa atau maksiat, keburukannya pun akan berlipat.

Kesulitan yang terjadi di alam dunia, misal: hidup terasa terhimpit, kesusahan, sedih, kecewa, dan mendapatkan ujian bertubi-tubi. Kesulitan di alam barzakh adalah kesulitan ketika di alam kubur. Sedangkan kesulitan akhirat adalah kesulitan hisabnya di akhirat dan mendapatkan tempatnya di neraka.

Adapun pengertian balasan keburukan dengan keburukan, di sini ada 3 pembahasan.

Pertama: Dosa akan dibalas dengan derita.

Seseorang yang melakukan dosa, maka dia akan merasakan penderitaan. Penderitaan ini bukan hanya di dunia, tetapi mencakup alam barzakh dan akhirat.

Kedua: Barang siapa melupakan peringatan Allah, maka Allah akan melupakan di akhirat.

Sebagaimana firman Allah, “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” Berkatalah ia, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunku dalam keadaan buta? Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat.” Allah berfirman, “Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan.” (QS. Thaha: 125-126)

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa barang siapa berpaling dari peringatan Allah, maka baginya akan merasakan penghidupan yang sempit dan Allah akan menghimpunnya di akhirat dalam keadaan buta.

Ketiga: Barang siapa berlaku zalim, maka dia akan mendapatkan balasannya.

As-Sa’di berkata bahwa ancaman bagi para pelaku kezaliman sangat keras. Hal ini sekaligus sebagai penghibur bagi orang terzalimi. Jika pelaku kezaliman belum dapat hukumannya di dunia, maka akan mendapatkan hukuman di akhirat kelak. Dia akan merasakan dampak dari perbuatannya. Pahala kebaikannya akan hilang, keburukan banyak tersandang. Sehingga nabi menyebutnya sebagai orang yang muflis, yakni orang yang bangkrut atau rugi.

Siapakah orang yang bangkrut? Siapakah orang yang merugi?

Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, shaum, dan zakat. Namun ia mencela, menuduh dan memukul si fulan. Maka kebaikannya dibagikan untuk orang ini dan itu. Kebaikannya habis sebelum cukup melunasi kezalimannya. Keburukan orang yang didzalimi akan ditimpakan kepadanya, lalu dia dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim)

Itulah gambaran orang yang rugi, membawa pahala kebaikan yang banyak. Namun pahala kebaikanya habis karena kezaliman yang dia perbuat. Kezaliman mencela, menuduh dan memfitnah orang lain. Nau’dzu billah min dzalik. Semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan semacam itu. Aamiin, ya Rabbal ‘Alamiin.

Oleh: Fyrda Ummu Farhat

Sumber: “Balasan Setimpal Perbuatan” oleh: Abu Umar Abdillah (Penerbit: Wafa Press)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.