Asal-Usul Bangsa Arab

0 342

Kiblatmuslimah.com – Para sejarawan membagi asal-usul bangsa Arab ke dalam tiga bagian, sesuai dengan kakek moyang yang menurunkan mereka, yaitu:

  1. Arab Punah (Ba’idah)

Terdiri dari suku ‘Ad, Tsamud, Amaliqah (kaum raksasa), Thasm, Jadis, Umaim, Jurhum, dan Hadhramaut (kuno) serta yang serumpun dengan mereka. Kalangan ini telah punah dan hilang jejaknya sebelum kedatangan Islam.  Mereka dulu pernah memiliki kerajaan-kerajaan yang meluas sampai kawasan Syam dan Mesir.

  1. Arab Qahthan (‘Aribah)

Bangsa Arab keturunan Ya’rub bin Yasjub bin Qahthan. Dikenal dengan sebutan Arab Qahthan atau Arab Selatan. Termasuk dari kalangan ini adalah raja-raja Yaman, Ma’in, Saba, dan Himyar.

  1. Arab Adnan (Musta’rabah)

Berujung nasabnya pada ‘Adnan yang merupakan keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim as. Mereka dikenal juga dengan sebutan Arab Musta’rabah yang berarti telah tercampur dengan darah non-Arab. Mereka kalangan Arab Utara. Tempat tinggal aslinya adalah kota Mekah.

Suku Jurhum mengajari bahasa Arab lalu menjalin ikatan besan dengan Nabi Ismail. Salah satu yang paling penting, keturunan beliau adalah ‘Adnan, kakek moyang Nabi Muhammad. Dari ‘Adnan, kabilah dan kelompok Arab kemudian berasal. Setelah lahir anaknya yang bernama Ma’ad, disusul dengan Nizar. Kemudian lahir kedua anak Nizar yaitu Mudhar dan Rabi’ah.

Keturunan Rabi’ah bin Nizar menempati kawasan Timur, Bahrain, Yamamah, Jazirah, dan Bashrah. Sementara itu, keturunan Mudhar antara lain tinggal di Madinah, Thaif, Mekah Timur, Taimah Timur sampai Kufah Barat, Taimah sampai Hauran.

Pembagian bangsa Arab menjadi Arab ‘Adnan dan Arab Qahthan keturunan Nabi Ismail   lazim diikuti oleh mayoritas ahli ilmu nasab dan ulama lainnya.

Rasulullah SAW dilahirkan dari keturunan Mudhar. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Kulaib bin Wa’il yang mengatakan bahwa anak tiri Rasulullah, Zainab binti Abu Salamah, telah bercerita kepadaku. Aku (ketika itu) bertanya kepadanya, “Apakah Rasulullah itu berasal dari (keturunan) Mudhar?“ Dia menjawab, “Dari mana lagi beliau kalau bukan dari (keturunan) Mudhar? (Tepatnya) dari keturunan An-Nadr bin Kinanah”.

 

Peresume: pramudyazeen

Sumber: Ali Muhammad Ash Shallabi. 2014.  Sirah Nabawiyah. Solo: Penerbit Aqwam. Hal 9-12.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.