Apa Sih Bedanya Kopi Arabica dan Robusta

0 188

Kiblatmuslimah.com – Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata kopi? Jika Anda segera terbetik keinginan untuk secangkir kopi susu, coffee latte atau kopi hitam dengan menambahkan sedikit krimer, yang paling pas sepertinya kopi jenis Robusta. Begitu pula jika ingin menambahkan rempah-rempah semisal kapulaga, kayumanis ataupun jahe sebagaimana kita jumpai pada racikan kopi Arab maupun Turki, sepertinya lebih pas jika Anda mencari kopi Robusta. Sedikit gula akan menjadikannya lebih nikmat. Tetapi jika Anda ingin menyeruput kopi tanpa tambahan apa pun, hanya menikmati kopi tersebut tanpa dipadukan kopi yang lain (single origin), agaknya lebih pas memilih kopi jenis Arabica.

Apa bedanya kopi jenis Arabica dan Robusta? Banyak. Kita batasi perbincangan ini hanya pada soal cita rasa dan yang terkait dengannya. Robusta memiliki karakteristik rasa yang cenderung pahit. Umumnya, cita rasa pahit inilah yang sangat menonjol pada kopi Robusta. Perbedaan antara kopi Robusta yang satu dengan yang lain cenderung pada tingkat kepahitannya. Pada sebagian kopi Robusta kita mendapati cita rasa kekacang-kacangan atau bahkan serasa ada campuran kacangnya (nutty). Tetapi sangat berbeda dengan kopi racikan yang dalam proses pengolahan sengaja ditambahkan kacang tanah (hazelnut) sebagaimana dilakukan oleh beberapa pabrikan. Campuran kacang tanah dalam proses pengolahan cenderung menjadikan kopi terasa berat dan bikin jantung lebih berdebar. Sementara cita rasa nutty (serasa ada kacangnya) tidak menimbulkan efek seperti itu. Meskipun demikian, kopi Robusta tetap tidak kaya rasa. Di antara Robusta yang cenderung nutty adalah kopi Trung Nguyen Vietnam. Kita juga mendapati pada kopi Robusta produksi La Estrella, Madrid, Spanyol.

Bagaimana dengan kopi Arabica? Kopi jenis ini memiliki karakteristik rasa yang cenderung asam. Antara kopi Arabica yang satu dengan Arabica yang lain memiliki perbedaan cita rasa yang sangat kaya. Sama-sama asam pun ada yang lebih cenderung ke lemon, apel maupun cita asam lainnya. Selain itu, juga terdapat berbagai varian rasa di luar karakteristik asam yang berbeda-beda; ada yang cenderung berasa coklat (chocolatey), kayu manis (cinnamon), buah (fruity), caramel serta berbagai sentuhan cita rasa lainnya. Tidak ada pahitnya? Tetap ada, meskipun sebagian serasa hampir hilang pahitnya terutama ketika disangrai pada tingkat yang ringan (light). Itu sebabnya jenis Arabica sangat pas dinikmati sebagai kopi single origin.

Tiap-tiap jenis kopi memiliki jenjang keunggulan yang berbeda-beda. Istilah specialty coffee merujuk pada kopi Arabica level utama, sedangkan untuk Robusta menggunakan istilah fine coffee (kopi bagus). Bagaimana dengan good coffee (kopi yang baik)? Ini bukan berkait dengan level kopi, melainkan untuk menunjukkan bahwa kopi tersebut bagus, diolah dengan baik, dipetik dengan cara yang baik ketika buah kopinya (cherry) sudah cukup matang atau matang secara sempurna, dan tidak rusak. Tentu saja kopi terbaik hanya dihasilkan dari buah kopi yang sudah ranum.

Di luar Robusta dan Arabica, masih ada tujuh puluhan jenis kopi dan tiap-tiap jenis memiliki varietas yang sangat beragam. Tak sepopuler Arabica maupun Robusta yang menguasai konsumsi kopi di seluruh dunia, ada jenis kopi Liberica dan Excelsa (bukan Excelso). Di antara penghasil kopi Liberica adalah Jambi. Kita juga dapat menjumpai di negeri tetangga semisal Malaysia dan terutama Philipina. Adapun Excelsa dapat kita jumpai di Temanggung; daerah yang juga menghasilkan kopi Arabica maupun Robusta.

Daerah utama penghasil kopi Robusta di Indonesia adalah Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Pada dua daerah yang pertama saya sebut, yakni Lampung dan Sumatera Selatan semisal Palembang, sangat sulit menemukan kopi lokal jenis Arabica. Sampai sekarang saya belum pernah menemukan kopi Arabica di kedua daerah tersebut. Sedangkan di Bengkulu, kita masih dapat menemukan kopi Arabica lokal kualitas tinggi, meskipun yang dominan adalah jenis Robusta. Yang menyamakan ketiga daerah tersebut hingga Bangka dan Belitung adalah, kopi Robusta disangrai secara tradisional dengan profil (tingkat kegosongan kopi) level dark (gelap) atau very dark (sangat gelap) sehingga detail rasa maupun aroma tidak keluar secara sempurna. Aromanya memang kuat, tetapi bukan aroma kopi yang optimal. Hal yang sama kita temukan juga pada kopi Menoreh. Saya membayangkan, kalau saja mereka memperoleh pelatihan keterampilan mensangrai kopi dengan profil yang berbeda-beda, kopi negeri ini dapat mengangkat petaninya pada tingkat kesejahteraan lebih baik. Trung Nguyen Vietnam merupakan contoh yang baik bagaimana keahlian mensangrai menjadikan kopi mereka terasa setingkat lebih unggul dibanding berbagai kopi lain. Padahal Indonesia merupakan penghasil kopi-kopi terbaik di muka bumi ini. Robert Timms di Australia merupakan contoh lain tentang bagaimana satu jenis kopi dapat disangrai dengan profil yang berbeda-beda.

Kedua contoh tersebut memang merujuk pada perusahaan penghasil kopi. Kita dapat melihat berbagai contoh lain betapa keterampilan mengolah itu dapat memberi nilai tambah yang bahkan jauh melampaui harga kopi mentah (green bean) maupun kopi yang disangrai secara tradisional. Illy di Italia merupakan contoh lain bagaimana bahkan di sebuah negeri yang tidak mempunyai kebun kopi dapat menghasilkan produk kopi sangrai yang disukai di berbagai penjuru dunia. Dallmayr, Jacobs maupun Tchibo merupakan pabrikan lain yang dapat melayani para penggemar kopi berbagai negeri yang beragam selera dengan menyediakan beraneka ragam profil (tingkat kematangan sangrai kopi) yang berbeda-beda dan dapat mudah dikenali perbedaannya oleh konsumen.

Kadar Kafein Kopi

Minum kopi kerapkali dikaitkan dengan begadang. Ini terutama tepat jika yang dimaksud adalah kopi jenis Robusta atau Ekselsa. Rata-rata kandungan kafein pada kopi Robusta berkisar 2%, meskipun sebagian Robusta lebih tinggi dari itu. Sedangkan kopi Arabica memiliki kandungan kafein antara 0,8 sampai dengan 1,4%. Makin kental kopinya, berarti makin banyak volume yang dikonsumsi per cangkirnya sehingga makin tinggi pula kadar kafein yang diminum. Pada sebagian kopi semisal khas Turki atau Suriah, kadar kafeinnya lebih tinggi lagi. Bagaimana bisa demikian? Meskipun gelasnya tampak kecil, tetapi untuk menghasilkan segelas kecil minuman kopi tersebut, perlu kopi Robusta yang sangat banyak, direbus sampai betul-betul mendidih dan prosesnya diulang sampai tiga kali sehingga kafeinnya benar-benar keluar secara maksimal.

Bukankah teh memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dibandingkan kopi? Sebagian teh memang memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan jenis kopi tertentu. Tetapi budaya minum teh sangat berbeda dengan kopi. Umumnya orang meminum teh hanya menggunakan serbuk teh dalam jumlah sedikit sehingga kandungan kafeinnya lebih rendah. Minuman teh yang kadar kafeinnya sangat tinggi adalah racikan Yuan Yang, minuman khas masyarakat Canton. Minuman ini sebenarnya bukan murni teh. Ini merupakan campuran antara kopi Robusta terbaik (Fine Robusta) dan teh hitam. Sayangnya saya belum pernah berhasil membuat Yuan Yang. Ini hampir sama kasusnya dengan Teh Talua, racikan minuman teh bercampur telur khas Sumatera Barat. Kalau sekedar mencampur, banyak yang bisa. Tetapi rasanya sangat berbeda, disamping bau amisnya tidak hilang. Sangat berbeda dengan teh talua yang memang diracik oleh ahlinya.

Apa manfaat kafein? Tidak kurang dari 15 manfaat penting kafein bagi kesehatan, di antaranya menurunkan resiko terkena penyakit diabetes type 2. Tentu saja ini berkait dengan konsumsi kopi tanpa gula. Manfaat tersebut banyak berkurang ketika kafein kopi diminimalkan atau dihilangkan melalui proses decaf. Tetapi jika konsumsi kafein tinggi, ada berbagai resiko yang dapat dialami oleh peminum kopi kafein tinggi. Di antara efek segera yang dapat dirasakan dari kafein berlebih adalah jantung berdegub kencang, susah tidur (insomnia), leher tegang, tidur mudah terganggu (restlessness), otot kejang dan gemetaran (tremor), perasaan cemas, serta perut mules (stomach upset).

Apa bedanya insomnia dan tidur mudah terganggu (restlessness)? Yang pertama berkaitan dengan bagaimana seseorang bisa mencapai kondisi tidur. Sedangkan yang kedua berkaitan dengan kualitas tidur. Selain tidurnya tidak berkualitas, juga mudah terbangun. Bahkan dapat terjadi, seseorang berkali-kali terjaga dari tidurnya.

Jika Anda mengalami hal ini, langkah paling sederhana adalah bersegera meminum air putih yang banyak.

Ada alternatif bagi penggemar berat kopi tetapi sensitif kafein atau harus menghindari konsumsi kafein tinggi disebabkan masalah kesehatan, misalnya. Inilah kopi yang telah mengalami proses pengurangan atau bahkan penghilangan kafein pada kopi, biasa disebut sebagai dekafienasi (decaffeination). Kopi yang sudah dikurangi atau dihilangkan kafeinnya umum disebut decaffeinated coffee atau cukup dikenal dengan decaf coffee (kopi decaf). Pada kopi Arabica, proses dekafeinasi dapat berlangsung sempurna sehingga hilang secara keseluruhan. Rasa tidak berubah, begitu pula aroma, hanya kafeinnya yang hilang total atau pada sebagian dekafeinasi tersisa sangat sedikit; hanya 5-10% dari kandungan kafein awal. Sedangkan pada kopi Robusta, biasanya masih tersisa kafein dalam takaran sangat rendah. Hal ini selain karena Robusta umumnya memiliki kandungan kafein dua kali lipatnya Arabica dan bahkan lebih, juga agar masih ada efek kafeinnya meskipun sangat sedikit.

Pada umumnya, minuman kopi Robusta decaf (decaf brewed coffee) dengan takaran kopi standar ukuran cangkir 8 fluid ounces (fl oz) atau kurang lebih sama dengan 236 ml memiliki kandungan kafein 5,6 mg atau sama dengan 11,2 mg untuk gelas ukuran 16 fl oz. Tetapi Caffein Informer melaporkan bahwa tidak demikian dengan kopi yang diklaim sebagai decaf di berbagai outlet Dunkin Donuts Amerika. Satu gelas ukuran 16 fl oz kopi decaf ternyata didapati mengandung 74 mg kafein. Ini merupakan kadar kafein yang tinggi. Sedangkan untuk kopi non decaf Dunkin, pada ukuran gelas yang sama rata-rata kandungan kafeinnya mencapai 302 mg. Ini merupakan kadar yang sangat ekstrem.

Meski sedikit berbeda, sebaiknya Anda memikirkan ulang jika ingin mengkonsumsi kopi instant. Pada beberapa merek kopi instant internasional, kandungan kafeinnya jauh lebih tinggi dibandingkan kopi pada umumnya (typical coffee). Ada zat yang menjadikan kopi instant tersebut memiliki efek lebih kuat sehingga jantung lebih berdebar dan perut mules atau bahkan melilit perih.

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Leave A Reply

Your email address will not be published.