Aksi Nasional Selamatkan Muslim Uighur 

0 105

Kiblatmuslimah.com (Jakarta) – Ribuan massa dari sejumlah ormas Islam menggelar Aksi Nasional Selamatkan Muslim Uighur di depan kantor Kedutaan Besar China untuk Indonesia di kawasan Mega Kuningan, Jakarta pada Jum’at (27/01/2019).

 

Unjuk rasa ini digelar sebagai aksi protes atas penindasan yang dilakukan Pemerintah China terhadap etnis Muslim Uighur. Pemerintah China diketahui membatasi aktivitas beragama masyarakat Uighur dan mewajibkan mengikuti “kamp re-edukasi” yang dibuat Pemerintah.

 

Massa membawa serta sejumlah poster berisikan kecaman yang ditujukan kepada Pemerintah China dan tuntutan agar etnis Uighur segera dibebaskan dari tindakan kekerasan.

 

Kalimat dalam poster-poster tersebut di antaranya adalah “MERDEKAKAN MUSLIM UYGHUR”, “#SaveMuslimUighur”, “Putuskan Hubungan Diplomatik dengan China”, “China Real Teroris”, dan masih banyak lagi.

 

Dalam orasinya, ulama sepuh dari Bekasi Raya (Kota dan Kabupaten) sekaligus Korlap, KH. Abdul Qadir Aka, B.Sc, meminta agar umat Islam memboikot segala produk China (Tiongkok) dan meminta Pemerintah RI untuk memutuskan hubungan diplomatik serta mengusir pekerjanya dari NKRI.

 

Ratusan personel Kepolisian berjaga-jaga di lokasi. Pagar kawat berduri memagari dari peserta aksi.

 

Hujan deras mengguyur kawasan Mega Kuningan sejak pukul 15.00 WIB. Namun, ribuan peserta aksi tetap bertahan. Bahkan dalam kondisi diguyur hujan deras, peserta aksi melaksanakan shalat Ashar berjamaah di depan Kedubes China (Tiongkok).

 

Dalam demo itu, massa menyampaikan 9 pernyataan sikap pada pemerintah China yang dibacakan oleh Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz H. Slamet Ma’arif, S.Ag, MM.

 

Rencananya, pernyataan sikap itu dibacakan langsung ke perwakilan Kedubes China, akan tetapi batal dilaksanakan.

 

Isi penyataan sikap itu yakni:

 

  1. Mengutuk keras persekusi dan kebiadaban rezim komunis China terhadap etnis Muslim Uyghur di provinsi Xinjiang.

 

  1. Mendukung pernyataan sikap negara-negara di dunia yang mengecam perlakuan biadab otoritas China terhadap warga Uyghur di Xinjiang dan meminta rakyatnya untuk memboikot segala produk China (Tiongkok).

 

  1. Mengecam keras negara-negara di dunia yang membela kebiadaban otoritas komunis China atas warga Uyghur di Xinjiang tanpa adanya klarifikasi terhadap pemberantasan terorisme dan penentangan terhadap HAM yang dilakukan oleh otoritas China terhadap warga Uyghur.

 

  1. Mendesak kepada pemerintah China agar segera menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM khususnya kepada masyarakat Uyghur atas dalih apapun, serta meminta pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan China (Tiongkok) dan usir para pekerja asing China (Tiongkok).

 

  1. Mendesak kepada perserikatan bangsa-bangsa (PBB) untuk mengeluarkan  resolusi terkait pelanggaran HAM atas masyarakat Uyghur, Rohingya, Palestina, Suriah, Yaman, dan India.

 

  1. Mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengadakan sidang khusus dan mengambil langkah-langkah konkrit untuk menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM yang dialami umat Islam khusus di Xinjiang China.

 

  1. Mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menindaklanjuti gelombang aspirasi umat Islam dan bersikap lebih tegas untuk menhentikan segala bentuk pelanggaran HAM di Xinjiang sesuai dengan amanat undang-undang dasar NKRI 1945 dan politik luar negeri yang bebas aktif.

 

  1. Mengimbau segenap bangsa Indonesia agar menyikapi masalah pelanggaran HAM di Xinjiang dengan penuh kearifan, damai dan tetap memelihara persatuan bangsa.

 

  1. Mengajak segenap umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan berdoa agar Allah Swt melindungi muslim Uyghur dan mengeluarkan mereka dari kesulitan yang sedang dialami.

 

#WeLoveUyghur

#SaveMuslimUyghur

#BoikotProdukChina

#UsirPekerjaAsengChina

#UsirKedubesChina

#PutuskanHubunganDiplomatikDenganChina

#SaveMuslimUyghur

#KamiBersamaMuslimUyghur

#MuslimUyghurMenjerit

#IndonesiaStandWithUyghur

 

Salam Ahadun Ahad ☝️ Allahu Akbar ✊

 

 

Ummu Fayadh Indah Sari, S.Pd (Guru Matematika SMA Negeri di Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Istri dari Al-Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al-Jawy al-Bantani, S.Pd, M.Pd.I -Hafidzhahulloh-Ta’ala- ; Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Praktisi PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal, Aktivis Pendidikan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.