Agar Waktu Tak Menjadi Pencuri Ramadhanmu

0 96

Kiblatmuslimah.com – Ramadhan sudah hadir di hadapan. Bagai tamu yang dinanti kedatangannya, ia disambut dan dielu-elukan begitu rupa. Segala persiapan dilakukan untuk menyambut kehadirannya. Mulai dari penataan rumah sampai penyediaan bahan makanan, semua dilakukan semaksimal mungkin. Terlebih seorang wanita yang menyandang predikat sebagai ratunya rumah tangga, pastilah kita yang paling direpotkan dalam mengatur segala urusan “tetek-bengek” di bulan Ramadhan.

Yang paling menguras energi bagi kebanyakan wanita tentu saja persoalan dapur. Kita harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sahur bagi seluruh anggota keluarga. Kemudian esok harinya harus berjibaku dengan menu berbuka yang beraneka ragam banyaknya sesuai pesanan seluruh keluarga.

Jika demikian keadaannya, tentu raga kita akan lelah. Dan pada akhirnya esensi bulan Ramadhan yang semestinya diisi dengan beragam ibadah demi menimbun pahala yang telah dijanjikan, hanya berujung pada kelelahan dan identik dengan aktivitas dapur semata. Tentu kita tak ingin itu semua terjadi pada diri kita.

Ramadhan tidak hadir setiap bulan, umur kita pun belum tentu sampai pada Ramadhan berikutnya. Karenanya, waktu yang ada hari ini, kesempatan yang telah kita dapatkan saat ini sudah seharusnya kita gunakan semaksimal mungkin untuk mendulang pahala dan meraup fadhilah Ramadhan sebanyak-banyaknya. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan mengatur waktu sedemikian rupa agar ia tak menjadi pencuri Ramadhan yang mulia ini.

Kiat mengatur waktu untuk ummahat:

  1. Membuat jadwal kegiatan harian tertulis. Mengapa harus demikian? Karena yang telah tertulis akan mudah kita ingat dan praktikkan. Membuat jadwal harian tak harus sama setiap harinya, bisa disesuaikan dengan kondisi yang ada. Misal, saat ini kita membuat jadwal harian dengan kondisi bulan Ramadhan di rumah sendiri. Dua pekan setelahnya, jadwal bisa berubah jika kita berniat mudik ke kampung halaman. Tentu keadaan di rumah sendiri akan berbeda dengan keadaan di rumah orang tua atau mertua, bukan? Karenanya jadwal otomatis berubah.
  2. Untuk memudahkan penyusunan jadwal, maka kita bisa mulai menyusun jadwal dengan menyesuaikan kegiatan kita dengan waktu shalat. Misal, kegiatan sebelum dan setelah shubuh yang kita lakukan, kegiatan yang direncanakan sebelum dan setelah dhuhur. Begitu seterusnya.
  3. Penyusunan jadwal disertai dengan alokasi waktu. Ini yang utama, karena target kita adalah efisiensi waktu. Maka perhitungan waktu yang dibutuhkan dalam setiap kegiatan mesti kita rancang sedemikian rupa. Misal, jadwal memasak sahur tak boleh lebih dari setengah jam dan jadwal memasak untuk menu berbuka tak boleh lebih dari satu jam setengah. Jika jadwal disertai alokasi waktu ini sudah kita buat maka selanjutnya otak kita akan berpikir keras cara untuk mematuhinya. Otak kita akan mulai merancang menu yang bisa dimasak dengan alokasi waktu setengah jam.
  4. Menurunkan standar ideal pribadi. Demi tercapainya tujuan optimalisasi bulan Ramadhan, serta-merta kita dituntut untuk berani menurunkan standar-standar ideal pribadi yang sudah sejak lama terpatri di dalam diri kita, menjadi sebuah tradisi yang mengakar. Seperti, bahwa di bulan Ramadhan harus menyediakan menu berbuka istimewa untuk keluarga. Sah saja sebenarnya apabila kita ingin membuat hidangan istimewa untuk berbuka. Namun cara menyiasatinya yang harus berbeda. Misal, kita bisa memasak hidangan istimewa yang membutuhkan waktu lebih lama proses memasaknya hanya seminggu sekali. Tidak mesti tiap hari kita memasak menu istimewa. Selain mubazir waktu tentu saja juga mubazir uang.
  5. Minimalisasi penggunaan “gadget”. Selain urusan dapur, urusan gadget juga sangat mungkin menjadi peluang tercurinya waktu kita selama Ramadhan. Maka, sangat perlu untuk kita menyusun jadwal penggunaan gadget jika memang tak bisa meninggalkannya sama sekali. Penggunaan gadget yang tidak terjadwal, seringkali menjadi masalah waktu yang sebenarnya. Saat kita membukanya di sela-sela kegiatan, tanpa sadari kemudian terlena sehingga lupa kegiatan yang sebenarnya sedang dilakukan.
  6. Tentukan target kemudian kunci dengan disiplin diri. Apa target yang hendak kita capai di Ramadhan kali ini? Tilawah 3x khatamkah? Hafalan 2 juz? Target tidak mesti semuanya yang berhubungan dengan ibadah mahdhoh. Karena semua kegiatan bermanfaat yang kita lakukan di bulan Ramadhan akan bernilai sebagai ibadah. Contoh target di luar ibadah rutin, membangun bonding (ikatan/kedekatan) dengan anak-anak, menyusun kepingan cinta yang telah terserak bersama pasangan. Setelah target kita tentukan, yang terpenting adalah kunci dengan disiplin diri. Karena mustahil kita akan sampai ke tempat tujuan jika kita tidak disiplin mengikuti peta perjalanan.

Demikian sedikit kiat mengatur waktu yang bisa kami bagikan. Agar Ramadhan kali ini, kita dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mengingat perkataan menusuk hati dari imam Al-Hasan Al-Bashri bahwasanya, “Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, ialah Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya”. Semoga kita bukanlah termasuk sebagai hamba yang demikian itu.

Zahwah Abida

Leave A Reply

Your email address will not be published.