Agar Anak Tak Jenuh saat Puasa

0 120

Kiblatmuslimah.com – Ramadhan, bulan mulia yang dipenuhi segala kebaikan itu kembali menyapa. Tentu bahagia rasanya jika ditakdirkan berjumpa dengannya lagi. Sebagai orang tua, rasa bahagia dengan hadirnya Ramadhan mesti ditularkan kepada anak-anak. Agar mereka turut serta merasakan betapa Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti-nanti hadirnya oleh seluruh umat Islam.

Bagi anak yang sudah pernah ikut berpuasa di bulan Ramadhan tahun sebelumnya, tentu saja mereka telah memiliki kenangan tersendiri. Pastinya kenangan yang diharapkan adalah kenangan yang indah ketika melalui Ramadhan bersama keluarga. Namun, adakalanya Ramadhan dilalui dengan rasa jenuh. Apalagi beberapa tahun belakangan ini, Ramadhan datang bersamaan dengan masa liburan sekolah.

Libur sekolah, otomatis anak-anak tidak memiliki kegiatan selain di rumah. Seharian di rumah tanpa kegiatan tentu saja membuat anak cepat merasa jenuh dan bosan. Ibadah puasa yang sedang dijalani akan jadi terasa begitu berat. Orang tua mau tidak mau harus memiliki cara untuk mengantisipasi keadaan yang demikian. Jika tidak, maka kesan Ramadhan yang ceria dan penuh kebahagiaan akan pupus begitu saja. Anak-anak akan rewel dan tidak sabar menunggu waktu berbuka tiba. Ibadah puasa yang sejatinya untuk melatih kesabaran dan menahan hawa nafsu jika tidak dipersiapkan dengan baik, bisa jadi malah akan berujung pada keadaan yang sebaliknya.

Untuk itu, berikut beberapa kegiatan alternatif. Tentu saja selain yang wajib dan biasa dilakukan, seperti tilawah bersama, tarawih dan tahfidzul Qur’an. Mungkin dapat membantu para orang tua untuk menjalani bulan Ramadhan ceria bersama anak-anak di rumah.

Pertama, menghias rumah dengan suasana Ramadhan. Bisa dengan membuat lukisan/poster bertuliskan “Marhaban ya Ramadhan”, “Ramadhan Datang, Kami Bahagia” atau “Ceria Bersama di Bulan Ramadhan”. Orang tua bisa membuatkan gambarnya kemudian anak-anak yang mewarnai atau menambahkan gambar hiasannya. Bisa juga yang lebih mudah dengan membuat spanduk kecil di percetakan.

Kedua, untuk mengisi waktu luang anak-anak bisa mengerjakan lembar tugas/kerja bertema Ramadhan. Sekarang ini sudah banyak lembar tugas yang bisa diunduh secara gratis. Orang tua hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk berselancar sebentar di dunia maya guna mencari lembar tugas bertema Ramadhan atau yang sejenisnya. Kemudian tinggal dicetak dan digandakan sejumlah anak. Agar tidak cepat bosan, kegiatan ini bisa dilakukan bergantian dengan kegiatan lain.

Ketiga, membuat aneka kreasi. Seperti: meronce huruf hijaiyah, membuat pohon asmaul husna, membuat celengan sedekah, melukis masjid, membuat sajadah dari kain perca, membuat kartu ucapan Idul Fitri dan lain-lain.

Keempat, memasak. Anak-anak bisa ikut serta membantu ibu menyiapkan hidangan berbuka. Selain mengisi waktu, kegiatan ini juga dapat membangun ikatan antara orang tua dan anak. Menu-menu yang akan dibuat semestinya sederhana yang mudah dan tidak memerlukan waktu lama dalam proses pembuatannya. Misalnya, es buah, aneka kolak, aneka camilan sederhana seperti cilok, siomay, batagor, pempek, risol, pisang coklat, pancake sederhana dan martabak.

Kelima, writen by me (menulis ulang cerita). Kegiatan ini adalah kegiatan yang dirancang untuk merangsang kecerdasan bahasa anak. Yakni, anak diminta menuliskan kembali dengan bahasanya sendiri sebuah cerita yang sebelumnya telah ia baca. Untuk anak-anak yang masih kecil, bisa diganti dengan story by me. Yaitu, anak menceritakan kembali isi buku yang sebelumnya sudah dibacakan oleh orang tua. Jika dilakukan secara berkesinambungan, selain menambah perbendaharaan bahasa anak, kegiatan ini juga dapat membuat anak gemar menulis dan akan semakin pandai merangkai kata. Selain menuliskan kembali, bisa juga ditambah dengan menuliskan pengalaman atau mengarang sebuah cerita dan puisi. Jangan lupa memberi hadiah setelah anak selesai menuliskan karyanya.

Keenam, silaturrahmi. Ajak anak berkunjung ke rumah teman sekolahnya atau rumah teman orang tua yang memiliki anak sebaya dengannya. Bisa juga ke rumah kerabat dekat. Momen ini, orang tua dapat mengajarkan anak-anak adab bertamu.

Ketujuh, melibatkan anak-anak untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Seperti: mencuci sepatu dan sandal sendiri, mencuci boneka dan mainannya, membantu merapikan rumah, juga membantu persiapan mudik ke kampung halaman, bisa dengan menyiapkan oleh-oleh untuk kerabat di kampung, atau memasukkan baju ke dalam tas.

Demikian, alternatif kegiatan bermanfaat selama Ramadhan yang bisa dilakukan orang tua dan anak-anak di rumah. Semoga bermanfaat.

Zahwah Abida

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.