Adakah Kado Istimewa untuk Palestina?

0 183

100Kiblatmuslimah.com – Indonesia telah merdeka. Berita tersebut lamat-lamat tersebar di Mesir melalui media. Sekjen Liga Arab, Abdurrahman Azzam Pasya, menatap sebuah peta di hadapannya. Bola matanya menyusuri setiap jengkalnya, mencari nama Indonesia. Namun lagi-lagi ia tak menemukannya.

Di mana letak Indonesia? Ia mendengar bahwa ia adalah negeri yang baru merdeka. Negeri yang penduduknya adalah Muslim. Bahkan Mufti Palestina, Syaikh Amin al-Husaini mengucapkan selamat atas kemerdekaan Indonesia.

Ada juga ungkapan luar biasa dari M. Ali Tahir, seorang pengusaha tersohor di Palestina kepada para mahasiswa, “Saya serahkan seluruh harta saya untuk kemerdekaan Indonesia”.

Azzam pun akhirnya menemukan lokasi Indonesia setelah mengumpulkan berbagai sumber yang diterima. Kala itu, wilayah Indonesia di peta tertulis Kepulauan Hindia Belanda Timur.

Azzam kemudian mengajak bangsa-bangsa Arab untuk memberikan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia dan tak terkecuali bantuan. Mesir dan Arab pun menyetujuinya, maka diutus Abdul Mun’im untuk pergi ke Indonesia.

Perjalanannya tidak mudah, Indonesia yang telah merdeka tersebut masih dijaga ketat oleh pasukan Belanda. Abdul Mun’im memutar otaknya agar ia bisa sampai di Indonesia menyampaikan kado istimewa.

Akhirnya, ia sampai di Yogyakarta pada tanggal 13 Maret 1947 setelah menembus blokade, bertaruh nyawa, dan menyelusup ke negeri ini. Tujuannya hanya untuk menyampaikan segenggam pesan sederhana, “Negeri ini tidak sendiri, Bung!”

Nama Indonesia kini tercetak gagah di peta-peta dunia. Tak sulit lagi menemukannya. Ia tak lagi sendirian. Kado yang begitu istimewa dari Bangsa Arab.

Pada tahun 1947, Amerika dan negara lainnya masih mengakui berdirinya sebuah negara di atas tanah Palestina. Negeri yang pertama kali mengakui kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Pada akhir tahun 2017, negara yang bernama Israel merebut wilayah Palestina, terutama ibu kota negaranya. Yerussalem sekarang tercatat sebagai ibu kota Israel di peta dunia.

Sejarah seakan terulang. Indonesia yang dulunya tak diketahui di peta dunia, kini mudah menemukannya. Sekarang Palestina Allah gilir mengalaminya, wilayah yang dulunya luas tinggal menjadi sebuah kota kecil jika dibandingkan dengan Israel yang berdiri di atas tanahnya.

Akankah ada kado istimewa untuk Palestina dari Indonesia? Atau mereka lupa dengan para pendahulunya?

Daffa An Nuur

Rizki Lesus. 2017. Perjuangan yang Dilupakan. Yogyakarta: Pro-U Media.

Leave A Reply

Your email address will not be published.