Adab pada Allah

0 181

Kiblatmuslimah.com – Di dalam Al- Qur’an, ada seorang tokoh pendidik yang patut diteladani, yaitu Luqman Al Hakim. Nasihat Luqman pada anaknya tercantum dalam Al- Qur’an surat Luqman ayat-12-19.

Perlu direnungkan dan teladani nasihat Luqman pada anaknya, “Wahai anakku, janganlah kamu menyerikatkan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Syirik adalah dosa besar. Tugas orang tua yang utama adalah menanamkan aqidah yang kokoh pada anaknya, sehingga terbebas dari kemusyrikan.

Mendidik bukan hanya mengirimkan anak ke sekolah sampai universitas. Namun, lebih dari itu. Orang tua bertanggung jawab agar diri dan anak-anaknya memiliki kekuatan iman yang kuat. Sedangkan iman akan diuji seperti yang tertera dalam QS. Al-Ankabut: 2-3.

Era modern ditandai dengan kebebasan informasi yang massif. Godaan paham-paham yang merusak iman begitu dahsyat. Zaman ini juga ditandai dengan pemberontakan manusia untuk menolak campur tangan Tuhan dalam kehidupannya.

Muncul ide tentang Tuhan membunuh kebebasan manusia menurut Satre. Jadi, jika manusia ingin bebas maka ia harus membuang tuhan dari kehidupannya. Itu yang kini terjadi dalam kehidupan modern. Tuhan disingkirkan dari aspek politik, sosial, ekonomi, seni, budaya, dan moralitas. Bahkan dari seluruh aspek keilmuan.

Manusia modern justru merasa mampu mengatur kehidupannya tanpa bimbingan Tuhan. Demikian yang dikatakan pakar pemikir Islam, Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas bahwa manusia modern telah menjadikan dirinya sebagai Tuhan dan menjadikan Tuhan sebagai manusia.

Di zaman modern, perlu adanya penanaman tauhid yang kokoh dan adab. Adab terpenting yang wajib dimiliki seorang manusia adalah adab kepada Tuhan-nya, yaitu Allah SWT. Yakni ia hanya menyembah Allah semata dan tidak menyerikatkan Allah dengan apapun juga.

 

Peresume: Pramudyazeen

Sumber Adian Husaini. Kiat Menjadi Guru Keluarga Meyiapkan Generasi Pejuang. http://www.attaqwa.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.