Abdullah bin Ghalib, Kuburnya Wangi Kesturi

0 10

Kiblatmuslimah.com – Pada masa Al-Hajjaj terjadi berbagai pertempuran untuk memberontak. Semua itu karena kezaliman dan kekejaman Al-Hajjaj dalam menumpahkan darah. Salah satunya adalah peperangan Az-Zawiyah. Sosok yang akan menjadi perhatian adalah Abdullah bin Ghalib.

Abdullah bin Ghalib adalah sosok ahli ibadah. Diriwayatkan dari Aun bin Syadad menyatakan bahwa Abdullah bin Ghalib melaksanakan shalat Dhuha seratus rakaat kemudian berujar, “Untuk inilah kita diciptakan. Dengan inilah kita diperintahkan. Sehingga hampir-hampir para ahli ibadah meminta-minta dan menjadi kikir”.

Shalat Dhuha merupakan amalan agar terlindung dari sifat hina (meminta kepada manusia) dan menjadikan orang mulia dengan senantiasa ringan memberi orang lain atas rezeki yang Allah titipkan kepadanya.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Yasar bin Malik. Yasar bin Malik mendengar Malik bin Dinar berkata, “Ketika hari peperangan az-Zawiyah datang, Abdullah bin Ghalib berkata, ‘Hari ini aku lihat sesuatu yang membuatku tidak bisa menahan diri untuk tidak terjun ke dalamnya. Maka marilah kita berangkat bersama-sama menuju jannah.'”

Malik bin Dinar melanjutkan perkataannya, “Abdullah bin Ghalib pun segera membuka sarung pedangnya dan maju bertempur sampai akhirnya terbunuh. Setiap orang akan mencium wangi kesturi dari dalam kuburnya. Aku segera pergi menuju kuburnya dan kuambil sedikit tanah dari kubur Abdullah. Aku usapkan ke baju dan mencium wangi kesturi.”

Referensi: Hilmi bin Muhammad bin Ismail. 2007. Kisah-Kisah Pahlawan Generasi Pilihan. Klaten: Wafa Press.

Penulis: Hunafa’ Ballagho

Penyunting: UmmA

Leave A Reply

Your email address will not be published.