⭐Merangkai Himmah ‘Aliyah (Cita-Cita yang Tinggi)⭐

0 435

💕Tulisan berikut ini tentang harapan yang besar dari seorang ibu kepada anak-anaknya.

⭐Wahai anakku, jangan pernah berhenti untuk bercita-cita. Milikilah himmah (cita-cita) yang tinggi. Bukan sekedar cita-cita dunia. Bukan sekedar kepuasan dunia. Milikilah himmah untuk kemuliaan Islam dan kebaikan akhiratmu.

💕Duduklah kesini! Ummi ingin bercerita. Tahukah kalian Umar bin Abdul Aziz? Beliau adalah khalifah keturunan dari Umar Bin Khattab. Khalifah yang bijaksana, zuhud, senang beribadah dan dermawan. Ketahuilah! Di balik kebesarannya sebagai khalifah, beliau memiliki himmah yang tinggi. Apakah itu?

Suatu hari Umar bin Abdul Aziz  pernah berkata.

💕”Sesungguhnya jiwaku adalah jiwa yang mempunyai banyak cita-cita. Aku pernah bercita-cita menjadi amir, aku telah mendapatkannya. Aku bercita-cita menjadi seorang khalifah, juga telah kudapatkannya. Sekarang, cita-citaku adalah surga, dan aku berharap mendapatkannya.”

💕Masya Allah. Meski cita-cita beliau telah tercapai, masih ada lagi rangkaian yang ingin digapainya. Tiada pernah berhenti mengejar hingga sampai pada himmah tertinggi, surga Allah.

💕Mari sini nak, Ummi ingin bercerita lagi. Kisah tentang 4 pemuda yang sedang berbincang tentang cita-cita mereka.

💕Suatu waktu Abdullah bin Umar, Urwah bin Zubair, Mush’ab bin Zubair dan Abdul Malik bin Marwan ra berkumpul di pelataran Ka’bah. Mush’ab yang bicara pertama kali dengan mengatakan,”Bercita-citalah kalian!” Sahabat lain enggan mengatakan cita-citanya, meminta Mush’ab terlebih dulu menyampaikan cita-citanya.

Mush’ab bertutur,

💕”Aku ingin kaum muslimin agar dapat menaklukkan wilayah Iraq. Aku ingin menikah dengan Sakinah puteri Husein dan Aisyah binti Thalhah bin Ubaidillah.”

💕Tahukah nak, apa yang kemudian hari berlaku atas Mush’ab? Allah SWT memperkenankannya lalu ia memperoleh apa yang ia cita-citakan.

💕Urwah bin Zubair kemudian menceritakan harapannya.

“Aku ingin menguasai ilmu fiqih dan hadits.”

💕Masya Allah, Urwah kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh ulama fiqih dan banyak meriwayatkan hadits.

💕Abdul Malik bin Marwan pun mengungkapkan cita-citanya. Ia menyatakan keinginannya untuk menjadi khalifah. Dan Allah menjadikan Abdul Malik bin Marwan seorang  khalifah di masa Daulah Umayyah. Beliau dikenal sebagai khalifah yang memiliki keluasan ilmu dan taat beribadah.

💕Berikutnya, Abdullah bin Umar. Beliau adalah sahabat yang paling mirip dengan Rasulullah. Beliau paling semangat meniru gaya hidup Rasulullah. Tatkala berbincang dengan ketiga sahabatnya, beliau menegaskan cita-citanya. Apa cita-cita Abdullah bin Umar? Cita-citanya adalah surga.

💕Masya Allah. Kisah-kisah yang agung ini, semoga menjadi motivasi buat kalian untuk terus bercita-cita. Betapa di balik kisah orang-orang besar, terdapat himmah yang tinggi. Petiklah hikmah dari kisah-kisah ini. Jangan  pernah berhenti merangkai cita-cita hingga kalian mencapai puncak tertinggi, surga Allah.

💕Himmah yang tinggi tidak akan didapat dengan bersantai. Himmah yang tinggi tidak akan didapat dengan berpangku tangan. Himmah yang tinggi tidak didapat hanya dengan duduk bertepuk tangan. Belajar, bergerak, berkreasi, berkarya. Berusaha terus untuk mencapainya. Meski harus berkorban dan jatuh. Kuatkanlah pundak dan kakimu untuk bangkit dan berjuang lagi! Rendahkan hatimu untuk mencapainya, agar kalian menjadi pribadi yang tawadhu pada Allah, Rasulullah dan makhluk-Nya.

💕Masih ingatkah kisah Usamah bin Zaid? Betapa cita-citanya  menjadi seorang mujahid menempa dirinya untuk berjiwa besar, bermental baja, bernyali tinggi. Hingga di usianya yang masih 17 tahun, beliau telah menjadi panglima perang. Membawahi pasukan Islam, beranggotakan sahabat-sahabat Rasulullah yang berusia lebih tua darinya.

💕Sultan Muhammad Al Fatih, sosok yang sering kalian ceritakan dan banggakan. Bagaimana beliau bisa menaklukkan Konstantinopel? Tentu beliau telah dipersiapkan sebelumnya dengan ilmu, amal, latihan kekuatan fisik dan kepemimpinan yang handal. Beliau tidak pernah meninggalkan sholat wajib, sunnah rowatib dan tahajud. Penanaman iman yang kuat menjadikan dirinya tumbuh menjadi pemimpin pasukan muslim seperti yang disabdakan Rasulullah. “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (H.R. Ahmad).

💕Dan satu lagi kisah Zaid bin Tsabit. Betapa cita-cita beliau ingin menjadi pendamping dan sekretaris Rasulullah, menjadikannya rajin belajar. Belajar membaca dan menulis. Belajar bahasa. Hingga beliau mampu menguasai bahasa musuh, yang sangat bermanfaat bagi Rasulullah dan kaum muslimin.

💕Satu lagi nak, jangan pernah lupakan Allah dalam setiap langkahmu! Ingat selalu pesan Rasulullah, “Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu, …”. Minta terus pada Allah supaya membimbingmu. Dan jangan pernah lupakan saudaramu sesama muslim! Fastabiqul khoirot, berlomba-lombalah dalam kebaikan! Tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan! Rasulullah berpesan, “Barang siapa melapangkan seorang mukmin dari satu  kesusahan dunia, Allah akan melapangkannya dari salah satu kesusahan di hari kiamat. Barang siapa meringankan   penderitaan seseorang, Allah akan meringankan penderitaannya di dunia dan akhirat. Barang siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan menutupi (aib) seorang hamba selama hamba itu mau menolong saudaranya.”

💕Mulailah dari sekarang! Jangan pernah menyerah dan berhenti! Mohonlah kepada Allah untuk menguatkan hati dan langkahmu, mencapai himmah tertinggi. Semoga kalian tumbuh menjadi generasi yang merindu dan dirindukan surga… Amin…Bismillahi, Allahu Akbar💪🏽

Seorang ibu yang dhoif dan miskin ilmu,

Lisa Ummu Ansharullah

Leave A Reply

Your email address will not be published.