Al-Khansa, Ibu yang Dirindukan

0 190

KIBLATMUSLIMAH.COM – Para pakar syair telah dikumpulkan, namun tidak didapatkan penyair yang lebih ahli dari wanita ini. Shahabiyah satu ini memang menakjubkan, dialah Tamadhar binti Amru bin Al-Haris bin Asy-Syarid. Seorang wanita penyair yang tersohor, ibu yang dirindukan pada zaman sekarang karena sosoknya yang langka. Lihatlah, betapa indah surat dari Al-Khansa yang ditujukan kepada anak-anaknya.

“Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian telah masuk Islam dengan ketaatan, kalian telah berhijrah dengan sukarela, dan demi Allah yang tiada Illah kecuali Dia. Sesungguhnya kalian adalah putra-putra dari seorang wanita yang tidak pernah berkhianat pada ayah kalian, kalian juga tidak pernah memerlukan paman kalian, tidak pernah merusak kehormatan kalian dan tidak pula berubah nasab kalian. Kalian mengetahui apa yang telah Allah janjikan bagi kaum Muslimin berupa pahala yang agung bagi yang memerangi orang-orang kafir, dan ketahuilah bahwa negeri yang kekal lebih baik dari negeri yang fana. Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” ( QS. Ali Imran: 200)

Mak,  ketika datang waktu esok jika Allah menghendaki kalian masih selamat, persiapkanlah diri kalian  untuk memerangi musuh dengan penuh semangat dan mohonlah kepada Allah untuk kemenangan kaum Muslimin. Jika kalian meihat perang telah berkecamuk, ketika api telah berkobar maka terjunlah kalian di meda laga, bersabarlah kalian menghadapi panasnya perjuangan, niscaya kalian akan berjaya dengan ghanimah dan kemuliaan atau syahid di negeri yang

Lihatlah, ibu-ibu di zaman sekarang, adakah kita menjumpai sosok seperti Al-Khansa? Saat ini memang banyak kita jumpai orangtua yang berhasil menyekolahkan anak mereka hingga tingkat tertinggi. Tetapi,  tidak sedikit pula yang diniatkan bukan mencari ridha Allah, melainkan hanya niat duniawi. Maka, usaha mereka yang demikian ini tidak akan bermanfaat di akhirat kelak, buahnya hanya didapat ketika di dunia.

Puncak kebahagiaan orangtua adalah ketika anaknya mempunyai pekerjaan layak dengan gaji tinggi. Ataupun ketika melihat anaknya mengendarai mobil mewah keluaran terbaru milik pribadi. Semua itu tentunya adalah harapan-harapan duniawi.

Sebaliknya, anak-anak yang tumbuh dengan keshalihan, taat beribadah tetapi dari segi ekonomi kurang, tidak menumbuhkan kabahagiaan dan rasa bangga di hati orangtua. Justru, kesedihan dengan ratapan kepada Sang Pencipta lah yang seringkali diumbar. Jika demikian, apakah salah menyekolahkan anak-anak ke perguruan tinggi berbasis umum?

Tidak, sama sekali tidak salah. Menuntut ilmu tidak boleh berhenti pada titik tertentu. Allah sendiri justru menyukai seseorang yang semangat dalam menuntut ilmu. “Allah akan meninnggikan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”.  Akan tetapi, hendaknya setiap orangtua menanamkan kepada putra putri mereka bahwasanya menuntut ilmu yang tinggi pada hakekatnya adalah untuk mencari keridhaan Allah SWT, agar menjadi insan yang bermanfaat bagi dienul Islam.

Dalam hal ini, Al-Khansa telah memberikan tauladan kepada kita dalam pendidikan anak. Hendaknya kita selalu mengingatkan anak-anak kita dan memberi dorongan kepada mereka untuk mencari keridhaan Allah semata dalam segala hal. Itulah puncak tujuan hidup di dunia. Lantas, masih adakah “Khansa” lain yang hidup pada zaman sekarang?

Leave A Reply

Your email address will not be published.