Ayah Ideologis

0 316

KIBLATMUSLIMAH.COM – Lelaki adalah pemimpin, termasuk dalam pendidikan anaknya. Tapi tidak semua ayah sadar bahwasanya anaknya sangat butuh pendidikan darinya. Ayah tak hanya wajib memberikan nafkah duniawi. Ayah juga harus ikut mendidik anggota keluarganya.

Memang betul, ibu adalah madrasah/sekolah pertama. Tapi ayah adalah pemimpin ibu. Ayah yang memilih ibu bagi anak-anaknya. Ayah yang mendidik ibu sehingga patut dan layak mendidik. Ayah juga tak bisa lepas tangan setelahnya. Pendidikan ayah sangat penting untuk dikesampingkan.

Ayah yang sadar dan bergerak mendidik anaknya perlu untuk lebih sabar. Kesabaran Rasulullah Muhammad SAW adalah contoh nyata. Selain itu diperlukan kelembutan khas lelaki. Lembut nan tegas pemimpin.

Rasa mendidik anak tak hanya kedekatan fisik. Tapi pada pendekatan ideologis. Ayahlah yang utama dan pertama mendidik anaknya tentang tauhid. Sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur’an. Nasihat Luqman pada anaknya. Begitu juga kisah Nabi Ibrahim AS dengan putranya Isma’il AS. Para ayah yang langsung mendidik diin Islam ini pada anaknya.

Peran ayah dalam pendidikan ideologis saat ini teramat penting. Di antara banyaknya aliran sesat, beragam fikrah pergerakan Islam, hingga goncangan kehidupan dunia, membutuhkan ayoman ayah. Ayah yang menentukan visi dan misi keluarga. Ayah yang menentukan pasangan perjuangan. Ayah yang menjadi imam dalam urusan diin. Ayah yang meluruskan saf anggotanya hingga syurga.

Beban ayah memang berat. Tak hanya di rumah. Dakwah, Jihad, hingga urusan asap dapur. Maka perlu ada pembagian kerja dengan ibu di rumah. Sehingga ketika ayah tiada fisiknya, seluruh panduan ayah bisa terwakili.

Selain itu perlu dipahami bahwa ayah hanyalah berusaha mendidik, Allah saja penentu taqdir. Tidak semua berjalan mulus. Tak selamanya anak akan mengikut ayah. Hanya doa dan usaha sebagai ikhtiar hamba. Anak para Nabi Allah pun tak luput menjadi ujian ayahnya.

Ayah, doakan kami makmummu dalam setiap sujudmu. Didik kami menurut millah Islam. Bimbing kami, teguhkan kami, tegur kami.

Merindu ayah yang menggandeng ibu dan anak-anak bersama ke syurga.

Leave A Reply

Your email address will not be published.